Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Paus Fransiskus: Hukuman Mati Tak Sesuai Ajaran Katolik

Paus Fransiskus memanfaatkan momen Paskah kali ini untuk menyampaikan pesan agar hukuman mati dihapuskan karena dinilai tidak manusiawi dan selain tidak sesuai ajaran Katolik.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 31 Maret 2018  |  02:46 WIB
Paus Fransiskus - Reuters
Paus Fransiskus - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Paus Fransiskus memanfaatkan momen Paskah kali ini untuk menyampaikan pesan agar hukuman mati dihapuskan karena dinilai tidak manusiawi dan selain tidak sesuai ajaran Katolik.

Pernyataan itu disampaikannya saat mengunjungi penjara Roma Coeli di pusat ibu kota Italia. Lawatan itu rutin dilakukan sebagai salah satu ritual saat Misa Kamis Putih jelang Paskah.

"Hukuman yang tidak membuka peluang untuk harapan tidak mencerminkan agama Kristen dan tidak manusiawi. Setiap hukuman harus memberi peluang bagi harapan dan perubahan," kata Sri Paus seperti dikutip dari kantor berita Reuters pada Jumat (30/3/2018).

Sejak terpilih menggantikan Benediktus XVI pada 2013, Paus Fransiskus berulang kali menyerukan larangan bagi negara-negara di dunia untuk memberlakukan hukuman mati. Hal itu memicu kritik dari sejumlah gereja konservatif, khususnya di Amerika Serikat.

Gereja Vatikan yang memiliki lebih dari 1,2 miliar umat mulanya mengizinkan pemberlakukan hukuman mati dalam sejumlah kasus ekstrem sejak beberapa abad lalu. Namun, posisi gereja mulai berubah sejak dipimpin Paus Yohanes Paulus yang meninggal 2005 lalu.

Selain soal eksekusi mati, dalam kesempatan itu Paus Fransiskus juga mengatakan seharusnya para pemimpin negara menganggap diri mereka sebagai pelayan masyarakat, bukan komandan.

Dengan begitu, paparnya, banyak peperangan dalam sejarah yang sebenarnya bisa dihindari.

Setelah menyampaikan sejumlah nasihat dan pesan, Paus Fransiskus melanjutkan ritualnya membasuh dan mencium kaki sejumlah narapidana di penjara yang dibangun sejak 1881 itu.

Dia membasuh kaki 12 narapidana yang berasal dari Italia, Filipina, Maroko, Moldavia, Kolombia, dan Sierra Leone. Dua di antara belasan napi itu beragama Islam dan seorang lainnya merupakan penganut Kristen Ortodoks.

Pada Jumat Paus Fransiskus memimpin prosesi Via Crucis atau Jalan Salib di Colosseum Roma.Pada Sabtu (31/3/2018), dia akan memimpin ibadah Paskah. Di puncak perayaan Paskah pada Minggu (1/4/2018), Paus akan menyampaikan pesan Urbi et Orbi atau pesan kepada kota dan dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paskah paus fransiskus
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top