Mantan Model Majalah Playboy Akui Selingkuh dengan Donald Trump

Seorang mantan model majalah Playboy yang menyatakan berselingkuh dengan Presiden AS Donald Trump menyatakan sang Presiden membayarnya untuk mau berhubungan seks.
John Andhi Oktaveri | 23 Maret 2018 09:56 WIB
Karen McDougal - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Seorang mantan model majalah Playboy yang menyatakan berselingkuh dengan Presiden AS Donald Trump menyatakan sang Presiden membayarnya untuk mau berhubungan seks.

SIMAK : Inilah Kisah Selingkuh Donald Trump dan Mantan Model Playboy

Karen McDougal mengungkapkan hal itu setelah selama ini diam atas kehidupan bersama selama sembilan bulan yang dijalaninya dengan Trump. Mantan ‘Playmate of the Year’ di majalah orang dewasa itu sambil menangis meminta maaf kepada Ibu Negara Melania atas ‘affair’ tersebut.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan televisi CNN sebagaimana dikutip mirror.co.uk, Jumat (23/3/2018), McDougal mengatakan: "Setelah kami menjalin hubungan intim, dia (Trump) berupaya untuk membayar saya, dan saya bingung untuk mengambil keputusan.”

Ketika ditegaskan oleh pewawancara Anderson Cooper apakah Trump serius untuk menyerahkan uang, wanita berusia 46 tahun itu menjawa: "Ya benar."

"Saya bahkan tidak tahu bagaimana menggambarkan tatapannya kepada saya,” ujarnya menambahkan.

Tentunya dia sangat sedih, ujarnya menyimpulkan. Dia juga mengatakan Trump tidak menggunakan ‘pengaman’ saat berhubungan dengannya. Wanita itu mengaku hubungan intim itu berlangsung sebanyak lima kali dalam sebulan.

Secara tegas sambil menangis McDougal mengaku telah berdosa karena dirinya telah merusak hubungan rumah tangga Trump. Kepada Melania, McDougal berkata: "Apapun yang Anda katakan, saya minta maaf. Saya minta maaf. Saya tidak ingin hal ini terjadi pada saya."

Awal pekan ini, McDougal berupaya maju ke pengadilan atas upaya untuk membungkam dirinya.

Dia mengajukan gugatan hukum ke Pengadilan Tinggi Los Angeles atas perbuatan American Media Inc, penerbit National Enquirer yang membayarnya US$150.000 pada 2016 untuk menyimpan rahasia tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top