Perang Dagang AS vs China, Inilah Pembalasan China Atas Kebijakan Trump

Sebagai balasan atas perang dagang yang dilancarkan AS, China mengumumkan tarif impor produk aluminum dan baja senilai US$3 miliar atas impor dari negara tersebut.
John Andhi Oktaveri | 23 Maret 2018 09:16 WIB
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. - .Reuters/Toby Melville

Kabar24.com, JAKARTA - Sebagai balasan atas perang dagang yang dilancarkan AS, China mengumumkan tarif impor produk aluminum dan baja senilai US$3 miliar atas impor dari negara tersebut.

China juga menyiapkan tarif impor 15% untuk komoditas buah-buahan kering, minuman anggur, pipa baja, serta 25% tarif impor untuk daging babi dan produk alumunium, menurut kementerian perdagangan China.

China telah membidik 128 produk AS yang bisa dikenai tarif impor jika kedua negara tidak bisa mencapai kesepakatan soal perdagangan, menurut kementerian tersebut sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (23/3/2018).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan sanksi kepada China berupa pengenaan tarif pada barang impor China senilai US$60 miliar.

Trump juga tengah menyiapkan langkah untuk membatasi investasi Amerika Serikat di China. Tindakan Trump ini dianggap akan memicu perang perdagangan global.

Berdasarkan memorandum presiden yang ditandatangani Trump, tarif baru bagi impor China tersebut baru akan berlaku setelah periode konsultasi usai. Hak itu akan memberikan kesempatan bagi industri untuk melobi legislatif guna melonggarkan daftar pengenaan tarif baru tersebut yang saat ini berjumlah 1.300 produk.

China juga akan memiliki ruang untuk merespons tindakan Trump, yang diharapkan banyak pihak bakal mengurangi risiko pembalasan secara dramatis oleh Beijing.

"Kami telah berbicara dengan China dan kami berada di tengah negosiasi," ujar Trump.

Tekanan pada tarif, serta kemungkinan pembatasan investasi di China berawal dari penyelidikan perwakilan perdagangan AS atas dugaan penyelewengan kekayaan intelektual AS oleh Beijing.

Tag : amerika serikat, china
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top