Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serang Balik AS, China Siapkan Tarif Impor Untuk 128 Produk AS

China mempersiapkan serangan balik terhadap kebijakan tarif impor AS, dengan menyusun langkah serupa. Dalam rencana yang disampaikan pada Jumat (23/3/2018), Pemerintah China menyasar tarif impor dengan nilai mencapai US$3 miliar terhadap produk-produk yang berasal dari AS.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  08:09 WIB
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA -- China mempersiapkan serangan balik terhadap kebijakan tarif impor AS, dengan menyusun langkah serupa.

Dalam rencana yang disampaikan pada Jumat (23/3/2018), Pemerintah China menyasar tarif impor dengan nilai mencapai US$3 miliar terhadap produk-produk yang berasal dari AS.

Seperti dilansir dari Reuters, Kementerian Perdagangan (Kemendag) China tengah mempertimbangkan pengenaan tarif impor sebesar 15% untuk produk buah kering, wine, dan pipa besi dari AS. Sementara itu, produk babi dan aluminium daur ulang kemungkinan bakal dikenakan tarif sebesar 25%.

China mengungkapkan telah menyusun daftar berisi 128 produk asal AS yang dapat dijadikan target pengenaan tarif impor jika kedua negara tidak bisa mencapai kesepakatan perdagangan.

"Kami akan menerapkan tarif impor untuk beberapa produk dari AS untuk menyeimbangkan kerugian yang terjadi akibat pengenaan tarif impor produk baja dan aluminium China oleh AS," papar Kemendag China dalam pernyataan yang diumumkan melalui laman resminya.

Penerapan tarif impor bakal dilakukan dalam dua tahap. Tarif impor untuk 120 produk termasuk pipa baja dan wine bernilai US$977 juta akan ditetapkan lebih dulu. Baru kemudian tarif impor untuk produk babi dan aluminium yang nilainya mencapai US$1,99 miliar.

Pemerintah China menegaskan akan mengambil langkah hukum sesuai kebijakan WTO untuk menjaga stabilitas atas aturan perdagangan global. Meski demikian, Tiongkok berharap dapat menyelesaikan masalah dengan AS lewat dialog.

Langkah China menjadi bentuk perlawanan atas kebijakan Negeri Paman Sam, yang menuding adanya ketidakseimbangan neraca dagang antara kedua negara. Presiden AS Donald Trump juga mengklaim perusahaan serta investor Tiongkok telah mencuri kekayaan intelektual perusahaan AS untuk kepentingan sendiri.

Pada Kamis (22/3) waktu setempat, Trump menandatangani sebuah memorandum yang berisi rencana pengenaan tarif impor senilai US$60 miliar atas sejumlah produk China. Hal ini didasarkan atas klaim adanya penyalahgunaan kekayaan intelektual AS oleh perusahaan-perusahaan China.

Trump memberikan waktu selama 60 hari kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) AS untuk menyusun berbagai hambatan investasi untuk mencegah perusahaan serta aliran dana dari China untuk mengakuisisi perusahaan AS yang bergerak di teknologi.

Langkah Trump tersebut dilakukan menyusul penetapan tarif impor sebesar 25% untuk produk baja dan 10% produk aluminium termasuk yang berasal dari Negeri Panda, baru-baru ini. Kebijakan tersebut menjadi sorotan dunia karena dinilai sebagai bentuk proteksionisme yang harus dilawan dan dikhawatirkan dapat memicu perang dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top