Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jusuf Kalla Pilih Pensiun, Apakah Ketum Golkar Airlangga Cocok Dampingi Jokowi?

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Rapat Kerja Nasional Partai Golkar 2018. Seusai memberikan sambutan dalam acara itu, Jusuf Kalla ditanyai wartawan terkait calon wakil presiden yang cocok mendampingi Presiden Joko Widodo pada pemilu 2019
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  22:32 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/3/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/3/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Kabar24.com, JAKARTA—Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Rapat Kerja Nasional Partai Golkar 2018. Seusai memberikan sambutan dalam acara itu, Jusuf Kalla ditanyai wartawan terkait calon wakil presiden yang cocok mendampingi Presiden Joko Widodo pada pemilu 2019.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah resmi akan mencalonkan kembali untuk memimpin Indonesia pada pemilu 2019.

Di sisi lain, Jusuf Kalla beberapa kali menyampaikan pesan tak ingin dicalonkan kembali menjadi pendamping Joko Widodo. Alasannya, JK menilai masih banyak calon muda potensial. JK sendiri ingin ‘pensiun’ dari kancah politik Tanah Air.

Terkait hal itu, sejumlah partai politik gencar menawarkan ketua umumnya untuk mendampingi Joko Widodo pada pemilu presiden 2019 termasuk Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Pak Airlangga cocok tidak pak?” tanya awak media. "Ah itu, banyak hal yang cocok. Tinggal usaha saja,” ujar JK sambil tersenyum.

JK pun untuk kesekian kalinya menegaskan beberapa kriteria bagi calon yang akan mendampingi Joko Widodo.

“Selalu saya katakan syarat utamanya dapat membantu elektabilitas presiden, dapat punya konstituen sendiri sehingga kalau bergabung dapat meningkatkan suara. Kedua, dapat membantu presiden menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Wapres JK
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top