Rakernas Baznas: Auditor Independen Audit Pengelolaan Zakat

Inilah agenda Rapat Kerja Zakat Nasional Badan Amil Zakat Nasional (Rakernas Baznas) 2018 yang akan digelar di Denpasar, Bali pada 21-23 Maret 2018 dengan pembicara kunci Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Nurudin Abdullah | 18 Maret 2018 22:38 WIB
Sekjen Baznas, Jaja Jaelani, selaku Ketua Musyawarah Kerja Zakat Nasional Baznas 2018 di Denpasar Bali. - JIBI/Nurudin Abdullah

Kabar24.com, JAKARTA - Inilah agenda Rapat Kerja Zakat Nasional Badan Amil Zakat Nasional (Rakernas Baznas) 2018 yang dijadwalkan digelar di Denpasar, Bali, pada 21-23 Maret 2018 dengan pembicara kunci Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ketua Panitia Rakernas Baznas 2018, Jaja Jaelani, menjelaskan agenda Rakernas antara lain, pertama, membahas tata hubungan kerja Baznas, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan manajemen sumber daya manusia serta Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2018 dan RKAT 2019.

Kedua, membahas mekanisme pengesahan RKAT Baznas kabupaten/kota oleh Baznas Provinsi serta sistem pengelolaan keuangan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Selain itu, dibahas sistem pelaporan keuangan Baznas daerah berbasis Sistem Informasi Manajemen Baznas (Simba) dan koneksitas sistem informasi LAZ dengan Simba,” ujarnya pada Minggu (18/3/2018).

Jaja, yang juga menjabat Sekretaris Baznas Pusat, menjelaskan agenda ketiga ialah membahas audit keuangan pengelolaan zakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan satuan pengawas internal serta audit syariah.

Kemudian sistem dan prosedur pengelolaan aset, sistem dan prosedur pengadaan barang dan jasa, serta sistem tata persuratan dan dokumentasi, sistem dan prosedur kehumasan dan keprotokolan, sistem penanganan pengaduan dan komplain.

Agenda keempat, membahas tentang manajemen penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL), serta manajemen program pendistribusian dan pendayagunaannya.

Rakernas juga akan membahas pengukuran Indeks Desa Zakat (IDZ) bagi calon program Zakat Community Development (ZCD), koordinasi dan sinergi program antara Baznas Pusat, Baznas daerah dan LAZ, serta pengukuran IZN pada Baznas dan LAZ.

Jaja juga mengungakapkan selain menjalankan peran sebagai operator, Baznas juga mengemban misi strategis untuk mengoptimalkan fungsi koordinator perzakatan nasional.

Langkah tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan menguatkan sumber daya manusia, penguatan teknologi informasi dan komunikasi, serta memberikan contoh atau model program pemberdayaan zakat untuk direalisasikan di daerah.

Rakernas Baznas 2018 akan berlangsung di Sanur, Denpasar, Bali pada 21-23 Maret 2018 yang rencananya diikuti sekitar 630 peserta.

Peserta Rakernas sebanyak 630 orang itu berasal dari Baznas Pusat 30 orang, Baznas provinsi 68 orang, Baznas kabupaten/kota 464 orang dan 55 orang dari LAZ.

Tag : bali, zakat, auditor
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top