Li Ka-shing Telah Siapkan Anaknya Pimpin Kerajaan Bisnis

Orang terkaya di Hong Kong Li Ka-shing pensiun setelah berkarier sepanjang lebih dari setengah abad dalam mengumpulkan salah satu kekayaan terbesar di Asia dengan membangun gedung pencakar langit hingga menjual sabun.
M. Richard | 17 Maret 2018 14:25 WIB
Orang terkaya di Hong Kong Li Ka-shing mendengarkan anaknya Victor Li, yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan Wakil Ketua CK Hutchison Holding, Jumat (16/3/2018). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Orang terkaya di Hong Kong Li Ka-shing pensiun setelah berkarier sepanjang lebih dari setengah abad dalam mengumpulkan salah satu kekayaan terbesar di Asia dengan membangun gedung pencakar langit hingga menjual sabun.

Ketua CK Hutchison Holdings Ltd dan CK Asset Holdings Ltd. tersebut memastikan dirinya akan tetap menjadi penasihat kelompok tersebut setelah mengundurkan diri pada Mei nanti.

Posisi Li Ka-Shing di perusahaan keluarga Power Assets Holdings Ltd. supermarket ParknShop akan digantikan oleh anak tertuanya Victor Li.

Perusahaan Holding Li juga mengoperasikan toko telepon genggam dan Superdrug and Savers di Inggris, memiliki pelabuhan di seluruh dunia dan saham pengendali di Husky Energy Inc. di Kanada.

"Melihat ke belakang selama bertahun-tahun ini, adalah kehormatan saya untuk mendirikan Cheung Kong dan telah melayani masyarakat, dan ini kehirmatan terbesar bagi saya," kata Li, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (16/3/2018).

Pensiun Li diakhiri dengan catatan profit yang tinggi di empat perusahaan terbesar Li yakni CK Hutchison, CK Asset, CK Infrastructure Holdings Ltd dan Power Assets Holdings Ltd. Perusahaan tersebut melaporkan keuntungan 2017 lebih tinggi dari yang diperkirakan, dan sahamnya pun menguat.

Dengan kekayaan sekitar US$34 miliar, menurut Indeks Miliarder Bloomberg, Li telah menjadi pegolf terkaya di kota itu untuk seluruh generasi Hong Kong dan mempelopori sebuah era yang ditentukan oleh segelintir imigran untuk membangun kerajaan besar di seluruh Asia.

Bagi banyak orang, dia adalah wajah dari perubahan nasib orang-orang Hong Kong karena mantan elite koloni Inggris itu beralih ke dinasti China.

"Pensiun Li melambangkan akhir sebuah era," kata Joseph PH Fan, seorang profesor di Chinese Universitas Hong Kong.

Adapun, Joseph PH Fan adalah seorang peneliti tentang bisnis keluarga selama dua dekade.

"Tidak ada yang bisa menggantikan Li Ka-shing sebagai pendiri legendaris konglomerat terbesar di Hong Kong," imbuhnya.

Joseph menambahkan pengumuman pensiunnya menggambarkan kepercayaan dirinya atas kontinuitas bisnis, mengingat bahwa Li telah mempersiapkan anaknya selama beberapa dekade.

 

Sumber : Bloomberg

Tag : li ka-shing
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top