SNMPTN 2018: 38.647 Pendaftar di USU Perebutkan 2.386 Jatah Kursi

Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Sumatra Utara mencatat sebanyak 38.647 orang siswa kelas 3 SMA/MA/SMK bakal bersaing ketat memperebutkan 2.386 kursi kuota mahasiswa baru USU atau 35% dari 6.773 kursi yang tersedia pada tahun ini.
Yusran Yunus | 16 Maret 2018 14:01 WIB
Ujian SNMPTN - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Sumatra Utara mencatat sebanyak 38.647 orang siswa kelas 3 SMA/MA/SMK bakal bersaing ketat memperebutkan 2.386 kursi kuota mahasiswa baru USU atau 35% dari 6.773 kursi yang tersedia pada tahun ini.

Dari ke-38.647 pendaftar tersebut, sebanyak 8.315 pendaftar jalur Bidikmisi. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademi baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

Sebagaimana dikutip dari laman usu.ac.id, Ketua SNMPTN USU yang juga Wakil Rektor I USU, Rosmayati mengatakan terjadi peningkatan pendaftar dibanding tahun sebelumnya, yakni sebesar 4.120 orang, dari 34.527 orang pada tahun lalu, meningkat menjadi 38.647 orang.

Pada 2017, dari total pendaftar sebanyak 34.527 orang, sebanyak 2.325 siswa diterima pada jalur SNMPTN USU.

"Pendaftar jalur Bidikmisi juga mengalami kenaikan dari 7.133 orang di tahun lalu, naik menjadi 8.315 orang," kata Rosmayati.

Adapun program studi yang paling diminati oleh para pendaftar SNMPTN USU 2018 yakni Agribisnis, Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Pendidikan Dokter untuk Program Studi IPA serta Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Hukum untuk Program Studi IPS.  

SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/SMK/MA atau sederajat dengan masa belajar 3 (tahun), atau 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK yang masa belajarnya 4 (empat) tahun.

Sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data prestasi akademik siswa. Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), memiliki prestasi unggul dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS.

Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa. Pendaftaran SNMPTN tahun ini dimulai sejak 21 Februari 2018 hingga 6 Maret 2018, dan pengumuman hasil seleksi SNMPTN dilakukan pada 17 April 2018.

Tag : snmptn
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top