Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASEAN-Australia Special Summit Digelar, Jokowi Hadir dan Duterte Absen

Konferensi yang akan diselenggarakan pada 16-18 Maret 2018 ini akan dihadiri oleh para petinggi negara-negara ASEAN dan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 15 Maret 2018  |  08:03 WIB
ASEAN-Australia Special Summit Digelar, Jokowi Hadir dan Duterte Absen
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull melakukan aktivitas jalan pagi di Sydney, Minggu (26/2). - REUTERS/David Moir

Bisnis.com, SYDNEY -- Konferensi tingkat tinggi antara negara-negara ASEAN dan Australia atau ASEAN-Australia Special Summit 2018 digelar pertama kali di Australia.

Konferensi yang akan diselenggarakan pada 16-18 Maret 2018 ini akan dihadiri oleh para petinggi negara-negara ASEAN dan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull.

Sumber Bisnis dari Kedutaan Besar (Kedubes) Australia menyebutkan, per hari ini, Kamis (15/3/2018), sembilan petinggi ASEAN sudah mengkonfirmasi hadir dalam helatan tersebut.

Salah satunya adalah Presiden Indonesia Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Jokowi ini diagendakan hadir di Sydney pada Jumat (16/3).

Sementara itu, Presiden Filiphina Rodrigo Duterte tidak dapat menghadiri konferensi dan akan diwakili oleh salah satu menterinya. Pihak Kedubes tidak memerinci apa alasannya.

Kesepuluh petinggi ASEAN maupun wakilnya itu akan disambut oleh PM Turnbull. ASEAN-Australia Summit 2018 bakal membahas beberapa hal seperti ekonomi, penangkalan terorisme hingga kejahatan transnasional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, ASEAN merupakan kelompok wilayah penting bagi Negeri Kangguru.

Pertama, ASEAN menempati urutan ketiga dalam pusaran perdagangan Australia, setelah China dan Uni Eropa (UE). Sebesar 15% dari total perdagangan Australia mengalir ke negara-negara ASEAN.

Kedua, pertumbuhan ekonomi negara-negara di ASEAN mencatatkan prestasi positif. Terlebih lagi capaian PDB yang diklaim meningkat dua kali lipat dalam dua dekade terakhir.

Data Asia Link Business menyebutkan total ekspor negara ASEAN pada 2016 mencapai US$1,15 triliun. Sementara itu, nilai impor di tahun yang sama sebesar US$1,09 triliun.

Ketiga, ASEAN mampu membuktikan anggota negaranya solid tanpa ada konflik yang massif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean australia
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top