Tol Bali Mandara Akan Dilengkapi Drive Thru PengisianUang Elektronik

Pengelola Jalan Tol Bali Mandara akan menyediakan layanan pengisian ulang dan penjualan uang elektronik di jalan menuju gerbang tol Benoa untuk menghindari keluhan terjadinya kemacetan.
Feri Kristianto | 14 Maret 2018 19:11 WIB
Tol Bali-Mandara - Bisnis.com/Tim Peliput Mudik Jawa Bali

Kabar24.com, DENPASAR—Pengelola Jalan Tol Bali Mandara akan menyediakan layanan pengisian ulang dan penjualan uang elektronik di jalan menuju gerbang tol Benoa untuk menghindari keluhan terjadinya kemacetan.

Dirut Jasamarga Bali Tol (JBT) Akhmad Tito Karim mengatakanan layanan drive thru tersebut untuk sementara waktu baru akan melayani penjualan dan pengisian kartu e-money Bank Mandiri dan flazz BCA.

“Secara bertahap kami akan kurangi dan menghapus layanan penjualan dan isi ulang di gerbang tol. Sebagai gantinya akan kami siapkan layanan ini dan dimulai dari Gerbang tol Beno,” tuturnya, Rabu (14/3/2018).

Lokasi layanan pengisian dan penjualan tersebut berada di Jalan Pelabuhan tepatnya di bawah simpang susun Benoa.

Tito mengatakan penyediaan fasilitas ini setelah pihaknya berkoordinasi dengan bank penyalur uang elektronik disebabkan munculnya keluhan dari masyarakat akibat kemacetan di gerbang tol.

Dia menjelaskan sejak adanya pembangunan simpang underpass Ngurah Rai, volume kendaraan melewati tol sepanjang 12,3 Km ini meningkat. Hanya saja, limpahan kendaraan tersebut belum dibarengi kesadaran dari pengguna tol untuk menyiapkan uang elektronik.

Kondisi itulah yang menurutnya, menyebabkan antrian panjang di gerbang tol karena transaksi pembayaran menjadi lebih lambat. Karena banyak kendaraan yang kemudian harus melakukan pengisian ulang di salah satu pintu tol serta mengakibatkan kegelisahan bagi pengendara lain.

“Sehingga kami agak rept karena tadinya normal kemudian semua masuk tol tanpa persiapan. Ada yang tidak punya uang elektronik dan juga ada kartu tapi saldonya tidak ada,” jelasnya.

Padahal, dari hasil pengamatan JBT transaksi pembayaran di gerbang tol menggunakan uang elektronik hanya beberapa detik.

Selain itu, kapasitas daya tampung kendaraan di gerbang tol mampu menyerap trafil sebanyak 1.200 unit kendaraan per jam. Adapun dari pengamatan, pada saat antrian di gerbang tol, junlah kendaraan yang melalui tidak sampai 1.000 unit per jam.

Tito mengharapkan paska tersedia layanan drive thru tersebut, masyarakat memiliki kesempatan mengisi uang bahkan membeli uang elektronik terlebih dulu sebelum masuk pintu tol.

Bahkan, fasilitas yang tersedia juga memungkinkan masyarakat melakukan pengisian uang menggunakan uang tunai tanpa tabungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol bali

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top