Operasi Katarak Gratis Secara Masal Di Ternate Diikuti 350 Pasien

Operasi katarak gratis secara masal diikuti 350 pasien dari kalangan duafa (kurang mampu) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pada hari ini, Kamis (8/3/2018) berlangsung lancar.
Nurudin Abdullah | 08 Maret 2018 22:34 WIB
Ketua Baznas, Bambang Sudibyo (kiri kedua), menyerahkan plakat kepada Ketua Dewan Pembina Asia Muslim Charity Foundation, Ahmad Yaman (kanan ketiga) di tempat operasi katarak gratis secara masal di Ternate, Maluku Utara, Kamis (8/3/2018). - Istimewa

Bisnis.com, TERNATE-Operasi katarak gratis secara masal diikuti 350 pasien dari kalangan duafa (kurang mampu) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pada hari ini, Kamis (8/3/2018) berlangsung lancar.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo dan Gubernur Pemprov Maluku Utara (Malut), Abdul Ghani Kasub, menyaksikan secara langsung kegiatan operasi katarak secara gratis dan masal tersebut.

"Alhamdulillah, operasi katarak masal di Kota Ternate yang diikuti oleh 350 pasien penderita katarak berlangsung lancar, sukses dan meriah," katanya dalam siaran pers Baznas hari ini, Kamis (8/3/2018).

Menurutnya, sebanyak 350 penderita katarak yang berasal dari kalangan duafa itu dinyatakan layak dioperasi setelah melewati proses screening yang diikuti sekitar 1.000 pendaftar dari berbagai daerah di Provinsi Malut.

Dia menjelaskan operasi masal katarak yang digelar Baznas diharapkan dapat menjadi contoh penyaluran zakat yang baik, transparan dan akuntabel, sehingga bisa ditiru oleh Baznas Provinsi, kabupaten/kota dan Lembaga Amil Zakat.

"Program ini bisa kita aplikasikan di daerah yang sama dan daerah lain di seluruh Indonesia dan menjadi benchmark mengenai salah satu penyaluran zakat yang baik," ujarnya.

Bambang mengungkapkan kegiatan operasi gratis katarak masal itu dilaksanakan sebagai lanjutan kerja sama Baznas dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) yang telah dilaksanakan di Provinsi Papua Barat.

Bakti sosial operasi katarak itu, lanjutnya, secara besar-besaran digelar di Provinsi Malut, karena menurut data Baznas penderita katarak cukup marak di wilayah tersebut. 

“Baznas menyiapkan anggaran sebesar Rp738,35 juta  untuk kegiatan akbar itu. Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka kebutaan yang diakibatkan oleh penyakit katarak, meningkatkan harapan dan produktivitas masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sehat Baznas Indonesia (RSBI), Meizi Fachrizal Ahmad, menjelaskan berdasarkan hasil survei tim AMCF untuk biaya operasi katarak di Malut mencapai Rp5 juta per pasien dan bila datang secara mandiri ke rumah sakit biayanya mencapai Rp10 juta per pasien.

Namun, imbuhnya, setelah Baznas berkomunikasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat, biaya operasi penyakit katarak itu bisa ditekan lebih murah menjadi Rp2 juta-Rp2,5 juta per pasien.

Menurunya, RSBI menggelar screening calon pasien operasi ketarak masal pada 28 Februari 2018 di beberapa lokasi di Malut, antara lain di gedung Dhuafa Center, Puskesmas Jambula, Puskesmas Kalumata dan Rumah Sakit Bina Warga.

Tag : maluku, baznas, katarak
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top