PILPRES 2019: Jokowi vs Prabowo? Petahana Seng Ada Lawan, Tapi...

Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, menurut jadwal KPU, pada 8 April 2019-17 April 2019 akan digelar pemungutan dan penghitungan suara. Ada 14 partai politik yang sudah ditetapkan sebagai peserta pemilu mendatang dengan nomor urutnya.
Martin Sihombing | 02 Maret 2018 16:20 WIB
Joko Widodo atau Jokowi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, menurut jadwal KPU, pada 8 April 2019-17 April 2019 akan digelar pemungutan dan penghitungan suara. Ada 14 partai politik yang sudah ditetapkan sebagai peserta pemilu mendatang dengan nomor urutnya.

Jadi, masih jauh alias masih lama. Tapi, meskipun tidak berhadiah, ngutak-ngatik peluang siapa yang bakal maju dan menang, boleh dong? Kan, ini negara demokrasi. Bukan begitu, Bro?

Ya..Anda boleh sepakat atau tidak. Namun, sejauh ini, Presiden Joko Widodo, boleh dong kita anggap yang rada gimana gitu.  Bayangkan, sekali lagi bayangkan saja, ada delapan dari 14 partai peserta Pilpres 2019, yang sudah mendeklarasikan mendukung mantan Wali Kota Solo ini. Ada Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Nasional Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, Partai Perindo, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Terakhir, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyatakan dukungannya. "Kami menyatakan dukungan. Soal calon Wapres? Serahkan kepada Pak Jokowi,” kata Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (2/3).

Sejauh ini, mantan Gubernur DKI itu, pun kuat dalam hasil survey, meskipun ada yang bilang: Ah..survey kan cuma indikator...belum pasti dan banyak lagi.  

Namun, fakta harus diakui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap sebagai calon terkuat menjelang dimulainya tahapan pemilihan umum (pemilu) 2019. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan, tingkat elektabilitas Jokowi unggul di angka 48,50% per Januari 2018.

Bukan hanya unggul dalam persentase. Angka itu, bukan hanya mengungguli nama-nama Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Anies Baswedan. Tapi, jika keempat nama kandidat lawannya itu digabung,  pun Jokowi menang. Sebab akumulasi keempat nama itu, hanya berjumlah 41,20%, selisih 7,30%.

Baru-baru ini, Poltracking Indonesia, juga ikut  merilis hasil survei terbarunya tentang peta elektoral kandidat calon presiden (capres) di Pilpres 2019. Survei Poltracking tersebut, selain menyimpulkan hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai capres pada 2019, berdasarkan survei terbuka terhadap 1.200 responden pada 27 Januari-3 Februari 2018, Jokowi memiliki elektabilitas 45,4%, sedangkan elektabilitas Prabowo Subianto, 19,8%.

Ya...Semua itu belum menjamin hasil akhir akan demikian. Tapi, kalau ada yang yakin, itu gambaran yang benar dan diyakini akan terwujud, juga enggan salah sih...Apalagi ada yang bilang, misalnya merujuk kepada penilaian Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting, popularitas Joko Widodo dan keterpilihannya sulit ditandingi kandidat lainnya dalam pemilihan presiden 2019.

Apalagi, sekali lagi, survey membuktikan, ketika responden dihadapkan dengan hanya dua pilihan, suara Jokowi  semakin menguat. Sebagai contoh jika berhadapan dengan Prabowo, Jokowi bakal meraup dukungan 64,1% berbanding 27,1% atau saat berhadapan dengan Anies Baswedan, Jokowi akan meraih 72,6% dan Gatot Nurmantyo (74%) serta Agus Harimurti Yudhoyono, Jokowi akan melenggang dengan dukungan 74,9%. Jadi, Jokowi seng ada lawan, bukan?

Tapi ...INES

Tapi, lembaga survei Indonesia Network Election Survey (INES) menyatakan elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat ini melampaui Presiden Joko Widodo.

Pernyataan Direktur Eksekutif INES Sutisna mengacu pada hasil survei yang dilakukan lembaganya sepanjang 15-25 Februari 2018 dengan melibatkan 2.450 responden yang tersebar di 33 provinsi. “Dalam survei 'top of mind' (responden diberikan pertanyaan tiba-tiba), jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, nama Prabowo Subianto dipilih 40,2% responden, sementara Joko Widodo dipilih sebanyak 31,2%  responden, dan sisanya 28,6% memilih tokoh-tokoh lain," ujar Sutisna dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. Oh ya? “Ya...Karena merasa keadaan ekonominya ‘responden] kini terasa sulit.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top