Sudah Terdakwa Korupsi, Setnov Masih Usul Nama Cawapres Dampingi Jokowi

Mantan ketua itu mengusulkan agar bekas panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi calon wakil presiden (cawepres) Jokowi yang sudah pasti diusung PDI-Perjuangan sebagai calon presiden pada pemilu 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  11:59 WIB
Sudah Terdakwa Korupsi, Setnov Masih Usul Nama Cawapres Dampingi Jokowi
Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto mengikuti sidang perdana di gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Terdakwa kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto masih sempat melontarkan usul soal siapa yang layak mendampingi Presiden Joko Widodo untuk pemilihan presiden pada 2019.

Mantan ketua itu mengusulkan agar bekas panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi calon wakil presiden (cawepres) Jokowi yang sudah pasti diusung PDI-Perjuangan sebagai calon presiden pada pemilu 2019.

“Memang situasi sekarang masih belum kelihatan tapi Pak Jokowi tentu akan melihat hal-hal yang mendasar, salah satunya Pak Gatot juga bagus,” kata Setya Novanto sebelum menjalani sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (26/2/2018).

Setnov adalah terdakwa kasus dugaan tipikor pengadan KTP-Elektronik yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. Setya Novanto juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

“Karena [Pak Gatot] bisa bekerja sama baik antara sipil dan militer dan saatnya [maju], selain itu Pak Gatot juga bersih, salah satunya, lho, ya,” ungkap Setnov.

Pada 23 Februari 2018, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Denpasar, Bali mengumumkan pencalonan Joko Widodo sebagai capres PDI Perjuangan dan meminta semua kader PDI Perjuangan siap memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 dengan semua tenaga dan sumber daya.

“Memang setahu saya sudah sejak awal PDI-P mendukung Jokowi, jadi kalau sekarang sudah tegas mendukung saya beri apresisasi sesuai dengan yang dulu, mudah-mudahan bersama-sama dengan Golkar dan partai-partai yang lain akan memperkuat dukungan untuk Pak Jokowi,” tambah Setnov.

Namun untuk mencari namabakal cawapres, Setnov menilai bahwa orang tersebut harus dicari dengan hati-hati karena akan menghadapi berbagai tantangan.

Saat ini sudah ada delapan parpol yang mendukung Jokowi maju sebagai capres pada pemilu 2019 yaitu PDI-P, Nasdem, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Hanura, Perindo, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, Harga Emas Hari Ini, Pilpres 2019

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top