Guru di Amerika Diperbolehkan Punya Senjata

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dengan mempersenjatai guru, maka penembakan massal sebagaimana yang terjadi pekan lalu di Florida bisa dihindari, satu kebijakan yang mendapat dukungan dari Asosiasi Senjata Nasional (NRA) .
John Andhi Oktaveri | 22 Februari 2018 09:27 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dengan mempersenjatai guru, maka penembakan massal sebagaimana yang terjadi pekan lalu di Florida bisa dihindari, satu kebijakan yang mendapat dukungan dari Asosiasi Senjata Nasional (NRA) .

Trump mengeluarkan pernyataan itu dalam satu pertemuan di Gedung Putih dengan para siswa dan oran tua korban selamat dari aksi penembakan di salah satu SMA di Florida. Ratusan siswa sebelumnya menggelar aksi protes termasuk di Washington, Chicago, dan Pittsburgh.

Presiden dari Partai Republik itu mendukung hak menggunakan senjata. Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari NRA selama masa kampanye 2016.

Trump mengatakan akan segera memperketat pembelian senjata dengan melihat latar belakang pemilik. Selain itu, Trump berjanji menaikkan tingkat usia mereka yang boleh memiliki senjata.

Trump berbicara panjang lebar bagaimana seorang guru dan tenaga keamanan kalau diberi senjata akan mengurangi potensi penembakan di sekolah. Dengan demikian kemungkinan korban kalau terjadi aksi serupa akan bisa dikurangi.

“Jika anda seorang guru…yang terlatih menggunakan senjata, maka hal itu akan sangat membantu untuk menghentikan serangan seketika,” ujar Trump sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (22/2/2018).

Serangan di sekolah Marjory Stoneman Douglas High School Florida pada 14 Februari lalu mengakibatkan 17 siswa dan guru tewas akibat tembakan seorang siswa dengan menggunakan senjata semi otomatis jenis AR-15. Insiden itu merupakan yang terbesar kedua terjadi di sekolah milik pemerintah.

Akibat kejadian itu perdebatan soal kepemilikan senjata menjadi perdebatan panjang.

 

Tag : Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top