PD Parkir Denpasar Patok 40% Pemanfaatan Teknologi Aplikasi

Perusahaan Daerah Parkir Denpasar menarget penggunaan teknologi berbasis aplikasi hingga 40% pada 2018 ini untuk meminimalisir kebocoran pemasukan.
Ni Putu Eka Wiratmini | 21 Februari 2018 16:27 WIB
Parkir. - eaglehill/outbound.com

Bisnis.com, DENPASAR—Perusahaan Daerah Parkir Denpasar menarget penggunaan teknologi berbasis aplikasi hingga 40% pada 2018 ini untuk meminimalisir kebocoran pemasukan. 

Kabag Operasional Perusahaan Daerah (PD) Parkir Kota Denpasar Gede Ngurah Ardana optimistis dengan pemanfaatan teknologi ini maka akan meningkatkan pendapatan hingga 30%. Pada 2017, pendapatan PD Parkir Denpasar untuk badan jalan sebesar Rp10 miliar dan pelataran sebesar Rp6 miliar.

Adapun fokus penerapan teknologi pada lokasi parkir masih difokuskan pada mal-mal besar yang ada di Denpasar. Hingga saat ini baru ada 3 mall di kawasan Denpasar yang menggunakan teknologi karcis parkir otomatis. Sisanya masih ada lebih dari 4 mal maupun pusat perbelanjaan yang belum memanfaatkan teknologi ini.

Padahal jika teknologi ini diterapkan, maka PD Parkir dapat menekan kebocoran pemasukan dari konsumen yang sengaja menghindari pembayaran jasa parkir. Selain itu juga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan tenaga kerja. Adanya penggunaan teknologi ini juga diyakini dapat meningkatkan keamanan konsumen.

"Kita utamakan dulu parkir pelataran atau yang offstreet seperti di mal-mal," katanya kepada Bisnis, seusai kegiatan Smartcity Forum 2018 di Bali Creative Industry Center (BCIC), Rabu (21/2/2018).

Dia mengakui, PD Parkir Denpasar telah menggandeng pihak swasta sejak 2005 untuk mengembangkan pintu masuk parkir berbasis teknologi. Hanya saja, biaya yang dikeluarkan cukup besar yakni mencapai Rp1 miliar.

Selain itu, petugas parkir banyak yang tidak memahami dengan baik aplikasi yang digunakan ini. Sehingga pada 2017 lalu, kerja sama dengan pihak swasta tersebut tidak lagi dilanjutkan. 

Dia pun mengharapkan, pelaku teknologi di Bali dapat diajak bekerja sama untuk mencapai harapan pihaknya ini.

Dalam pameran Smarcity Forum 2018, Ardana rupanya sangat tertarik dengan aplikasi yang dibuat oleh beberapa mahasiswa Universitas Udayana. Kelompok mahasiswa ini merilis aplikasi bernama Speed Parking yang berguna untuk mengelola parkir dengan mudah dan cepat.

Hanya dengan berbekal ponsel android dan aplikasi ini, petugas parkir dapat dengan mudah mencatat kendaraan masuk dan menarik pungutan. Selain itu, dengan bantuan bluetooth, karcis parkir juga dapat dicetak.

Ardana mengatakan ke depan pihaknya berencana akan menggabungkan aplikasi ini dengan teknologi mesin parkir otomatis yang biasa digunakan pada mal-mall besar di Bali.

"Kita coba gabungkan teknologi ini karena kebetulan menggunakan android," sebutnya.

Tag : denpasar
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top