Poncokusumo Malang Layak jadi Destinasi Wisata Nasional

Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, layak menjadi destinasi wisata nasional karena potensi alamnya yang indah serta berada di lereng Gunung Bromo yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata internasional.
Choirul Anam | 20 Februari 2018 20:05 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo, Jawa Timur - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MALANG—Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, layak menjadi destinasi wisata nasional karena potensi alamnya yang indah serta berada di lereng Gunung Bromo yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata internasional.

Pemilik Kharisma Group yang a.l membawahi Ubud Hotel & Cottages Malang I Gde Mastra, mengatakan dengan adanya tol Pandaan-Malang dan terus ditingkatkannya status Bandara Abd Saleh maka otomatis kunjungan wisatawan ke Malang akan meningkat tajam.

“Potensi Malang sebagai destinasi sangat komplit, ada wisata artifisial, budaya atau heritage, alam mulai gunung, laut, hingga perkebunan persawahan, serta peninggalan sejarah,” katanya di Malang, Selasa (20/2/2018).

Beberapa kawasan, kata dia, sangat layak dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan karena lokasi dan pemandangan yang elok, seperti Kec. Poncokusumo.

Lokasi alam Poncokusumo sangat indah karena berada di kawasan perbukitan dan pegunungan, juga strategis karena berada di lereng Gunung Bromo sehingga posisinya dapat menjadi buffer objek wisata yang sudah terkenal di dunia tersebut.

Yang lebih menguntungkan pula, kawasan di sana masih banyak terbangun sehingga jika dikembangkan untuk hotel dan lainnya masih memungkinkan.

Yang menjadi masalah,kata dia, terkait konsep pengembangan objek wisatanya. Juga fasilitas pendukungnya.

Intinya, objek wisata yang dibangun harus benar-benar baik, tidak setengah-setengah sehingga dapat merusak citra kawasan yang sebenarnya sudah indah tersebut.

Seperti bangunan hotel, maka idealnya dibangun hotel boutique. Dengan demikian, kekhasan hotel tersebut betul-betul kuat.

“Kami sangat tertarik untuk membangun hotel boutique di Poncokusumo,” ujarnya.

Namun sebagai investor lokal, dia mengakui, sulit jika pionir dalam mengembangkan sebuah kawasan objek wisata. Idealnya pembukaan kawasan objek wisata dilakukan grup-grup perusahaan besar sehingga dapat mempercepat keterkenalan kawasan wisata baru tersebut.

“Itulah yang menjadi tugas dari pemda, yakni mendatangkan investor yang kredibel dan berpengalaman yang proyek-proyek selama ini sudah dikenal spektakuler,” ujarnya.

Cara yang bisa ditempuh pemda, seperti memberikan kemudahan-kemudahan perizinan. Bahkan jika perlu, pajak-pajak dan retribusi daerah dibebaskan sehingga menjadikan investor bersemengat berinvestasi di sana.

Dengan cara itu, maka Poncokusumo akan dilirik investor karena merasa terbantu dengan dukungan perizinan dari pemda.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Malang Made Arya Wedanthara menegaskan Poncokusumo memang salah satu daerah yang dikembangkan sektor pariwisatanya.

Untuk jangka pendek, Pemda memberikan stimulus dengan mendukung keberadaan rest area sehingga wisatawan yang akan berkunjung k e Bromo bisa beristirahat di sana.

Lokasi rest area berada di Gubuk Klakah yang merupakan salah satu rute terpendek untuk mencapai objek wisata Gunung Bromo.

Untuk mencapai Bromo kurang lebih 10 km. Selain itu, jika ke Bromo lewat Gubuk Klakah, lokasi alamnya bagus meski jalannya cukup terjal. Pembangunan di area ini akan dilakukan bertahap. Luas lahannya sekitar 7.000 m2. Nantinya, lahan itu juga akan dikembangkan sebagai kebun apel, sehingga wisatawan selain beristirahat bisa berwisata di kebun apel.

Tag : gunung bromo, kabupaten malang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top