KLB Campak di Asmat: Sejumlah Menteri akan Tinjau Lokasi

Menteri-menteri akan berkunjung ke Asmat Rabu (21/2/2018) untuk meninjau kondisi masyarakat di sana, yang diterpa kejadian luar biasa (KLB) campak.
M. Richard | 20 Februari 2018 01:01 WIB
Dua anak dari kampung Warse, Distrik Jetsy menunggu perawatan setibanya di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Senin (22/1). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri-menteri akan berkunjung ke Asmat Rabu (21/2/2018) untuk meninjau  kondisi masyarakat di sana, yang diterpa kejadian luar biasa (KLB) campak.

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan Menko PMK Puan Maharani beserta beberapa menteri akan melakukan kunjungan ke Asmat untuk melakukan peninjauan.

"Ya [ini sebagai] komitmen kami dari pemerintah, dan langkah terhadap penanganan Asmat ini terpadu dan berkesinambungan," katanya di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Idrus mengatakan pihaknya tengah merumuskan program-program yang sesuai yang dapat diterapkan di Asmat, sehingga diharapkan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk tidak terjadi kembali.

Adapun, program yang dirumuskan tersebut adalah pembentukan tanggap bencana (Tagana), penentuan 46 orang pendamping keluarga miskin dan pembentukan kampung siaga bencana (KSB).

"Yang mana program-program itu nanti kita menunggu Ibu Menko [PMK Puan Maharani] untuk meresmikannya," tuturnya.
Sebagai tambahan, KLB di Asmat menyebabkan 7000 orang terindikasi campak, 300 anak dirawat jalan, 175 orang rawat inap, dan 67 orang meninggal dunia.

Tag : asmat, virus campak
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top