OTT KPK : Gubernur Aher Minta Pejabat Menahan Diri

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher mengaku prihatin terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Subang, Jawa Barat, Selasa (13/2/2018) malam.
Newswire | 14 Februari 2018 12:27 WIB
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. - Jabar.Kemenag.go.id

Kabar24.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher mengaku prihatin terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Subang, Jawa Barat, Selasa (13/2/2018) malam.

"Ya pasti prihatin lah. Dari awal para pihak semunya termasuk saya menasihati hanya ada satu kata jangan dekat-dekat dengan penyimpangan keuangan, bahaya itu," kata Ahmad Heryawan, di Gedung Sate Bandung, Rabu (14/2/2018).

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat berpesan kepada seluruh kepada daerah tingkat kabupaten/kota agar tidak melakukan tindak pidana korupsi.

"Tahan diri untuk tidak melakukan. Kan bedanya perintah dan larangan sederhana. Kalau perintah itu melakukan sesuatu memerlukan energi, misalnya sedekah, salat. Jangan korupsi diam mudah melaksanakan larangan daripada perintah. Intinya jangan korupsi karena itu mudah melakukannya karena larangan," kata Aher.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Subang, Jawa Barat, Selasa (13/2/2018) malam.

"Dari kegiatan tadi malam, diamankan delapan orang termasuk kepala daerah di Subang, kurir, swasta, dan unsur pegawai setempat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta.

Febri mengungkapkan bahwa dari identifikasi awal, OTT dilakukan terkait adanya transaksi diduga dengan kewenangan perizinan.

"Tim mengamankan sejumlah uang," kata Febri.

Sumber : Antara

Tag : OTT KPK
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top