Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diambang Pailit, Kreditur Tuntut Transparansi Aset First Travel

Kreditur PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel meminta tim pengurus menggandeng kejaksaan untuk membuka data keuangan agen perjalanan umrah tersebut.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 06 Februari 2018  |  20:59 WIB
Diambang Pailit, Kreditur Tuntut Transparansi Aset First Travel
Dua Direktur PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel Andika dan Anniesa di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017) - Deliana Pradhita Sari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Kreditur PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel meminta tim pengurus menggandeng kejaksaan untuk membuka data keuangan agen perjalanan umrah tersebut. 

Kuasa hukum 6.475 kreditur Anggi Putra Kusuma mengatakan seluruh kreditur membutuhkan  informasi mengenai keuangan First Travel. Dengan begitu, kreditur tidak buta tentang aset apa saja yang masih dimiliki bos-bos First Travel.

Permintaan ini diutarakan lantaran First Travel diambang pailit atau tidak ada kemampuan membayar kewajibannya.

"Kalau dimungkinkan, tim pengurus segera berkoordinasi dengan kejaksaan selama waktu yang masih disediakan undang-undang hingga April ini," katanya.

Masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) First Travel akan berakhir pada 27 April mendatang. Apabila tidak ada angin segar berupa masuknya investor, First Travel dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya.

Kendati berujung pailit, lanjut Anggi, kreditur berhak tahu berapa harta kekayaan milik debitur. Hal ini juga tidak membuat kreditur bertanya-tanya dan berharap apakah mereka masih bisa berangkat ke Makkah atau tidak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umrah First Travel
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top