Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Populasi Merosot, Unud Dorong Produktivitas Sapi Bali

Pusat Kajian Sapi Bali Universitas Udayana melakukan berbagai riset untuk mendorong produktivitas ternak potong ini.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 22 Januari 2018  |  17:55 WIB
Populasi Merosot, Unud Dorong Produktivitas Sapi Bali
Sapi bali - Antara
Bagikan

Kabar24.com, DENPASAR—Pusat Kajian Sapi Bali Universitas Udayana melakukan berbagai riset untuk mendorong produktivitas ternak potong ini.

Kepala Pusat Kajian Sapi Bali (PKSB) Universitas Udayana Prof Ni Ketut Suwiti mengatakan saat ini populasi sapi bali (Bos sondaicus) di Pulau Dewata hanya sekitar 500 ribu ekor.

“Terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu, kalau tidak ingin sapi bali terus merosot harus ada kolaborasi yang serius, fokus, dan konsisten untuk pelestarian,” katanya, Senin (22/1/2018).

Menurut Suwiti perlu sinergi antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah. Pemerintah membuat kebijakan pelestarian melalui perda dan pengembangan (pendanan penelitian).

Akademisi, seperti yang telah dilakukan pusat kajian dengan menggunakan dana hibah riset dari Bappeda Bali.

“Kami siap melakukan sosialisasi pemanfaatan hasil riset dan teknologi lainnya seperti inseminasi buatan, transfer embrio dll.,” ujarnya.

Ia berharap pengusaha atau peternak mengizinkan piaraannya digunakan sebagai media penelitian. Pihak pengusaha diharapkan pula melaksanakan aturan yang telah disepakati, sehingga tidak ada lagi kebijakan kuota pengeluaran sapi bali dan pengusaha maupun konsumen tidak ada yang dirugikan.

Peningkatan populasi lebih dititikberatkan untuk menghindarkan sapi betina produktif yang

dipotong. Melalui program sapoi indukan wajib bunting (Siwab) keadaan ini mungkin dapat teratasi, dengan catatan pemerintah secara fokus dan konsisten dalam penerapan aturan.

Selain meningkatkan populasi, lanjut Suwiti, ditekankan pula perbaikan kualitas daging agar mampu bersaing dengan daging impor (wagyu). “Tahun ini kami bekerja sama dengan Dinas Peternakan Bali dan oengusaha pembibitan untuk penelitian peningkatan kualitas dan jumlah daging yang dihasilkan,” tuturnya.

Data yang dikumpulkan menyebut populasi sapi bali di Pulau Dewata mengalami fluktuasi. Pada 2013 jumlahnya mencapai 478 ribu ekor, tahun berikutnya 558 ribu ekor, kemudian 538 ribu ekor (2015), 553 ribu ekor (2016) dan kini 507 ribu ekor (2017).

Karena penurunan populasi, Pemprov Bali pada 2018 mengurangi jatah kuota sapi bali untuk dipotong sebesar 5,3% menjadi hanya 47.500 ekor dari tahun sebelumnya sebanyak 50.000 ekor.

Kabid Bidang Pembibitan dan Produksi Dinas Peternakan Bali I Ketut Nata Kusuma memprediksi berkurangnya populasi sapi siap potong karena pengaruh secara langsung Gunung Agung. Kendati jatah dikurangi, populasi sapi Bali pada saat ini masih terus bertambah menjadi 507.000 ekor pada akhir 2017 lalu.

“Jadi waktu Gunung Agung erupsi banyak warga di Karangasem menjual sapi yang siap potong yang harusnya belum dijual ternyata dilepas pemiliknya untuk bekal di pengungsian. Tidak banyak jumlahnya tetapi berdampak,” jelasnya.

Kabupaten Karangasem, merupakan salah satu pusat populasi sapi Bali di Pulau Dewata. Nata mengungkapkan dengan adanya pengurangan tersebut, pihaknya akan mengatur kuota setiap bulan sapi boleh dipotong agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Dengan kebijakan ini, lanjut Nata, kuota sapi potong akan dikeluarkan sebanyak 30.000 ekor tiga bulan menjelang Hari Raya Idul Adha, Agustus 2018. Biasanya, pada periode tersebut terjadi lonjakan permintaan. Jika terjadi kekurangan maka jatah kuota yang sudah ditetapkan akan dikaji sesuai kondisi riil dan perhitungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi bali
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top