Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nestle Raih US$2,8 Miliar dari Penjualan Bisnis Kembang Gula

Nestle akan menjual bisnis kembang gula di AS ke perusahaan asal Italia, Ferrero, dengan nilai US$2,8 miliar. Unit usaha itu tidak mampu menunjukkan pertumbuhan di AS.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Januari 2018  |  07:44 WIB
Logo Nestle ditampilkan dalam produk cokelat Milky Bar di Inggris, (25/4). - Reuters/Phil Noble
Logo Nestle ditampilkan dalam produk cokelat Milky Bar di Inggris, (25/4). - Reuters/Phil Noble

Bisnis.com, JAKARTA - Nestle akan menjual bisnis kembang gula di AS ke perusahaan asal Italia, Ferrero, dengan nilai US$2,8 miliar.

Nestle, perusahaan makanan kemasan terbesar dunia, menyatakan unit usaha itu tidak mampu menunjukkan pertumbuhan di AS. Posisi penjualannya berada di bawah Hershey, Mars Inc. dan Lindt.

Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (17/1/2018), keputusan ini menjadi langkah pertama bagi CEO Nestle Mark Schneider untuk membuat perusahaan itu menjadi produsen makanan dan minuman (mamin) sehat. Meski demikian, perusahaan asal Swiss itu menyatakan bisnis kembang gula di luar AS masih akan berjalan.

Pekan lalu, Nestle juga menjual brand cokelatnya di Australia, Violet Crumble. Kebijakan ekspansi ke mamin sehat turut ditunjukkan dengan aksi perseroan menawar bisnis vitamin dan suplemen milik Merck, setelah sebelumnya membeli perusahaan produsen vitamin Atrium Innovations.

Adapun bagi Ferrero, transaksi ini menegaskan upaya perusahaan untuk membesarkan bisnis di pasar AS setelah menjalin dua kesepakatan serupa tahun lalu. Dengan kesepakatan tersebut, produsen Nutella dan Ferrero Rocher ini akan menjadi produsen cokelat terbesar ketiga di AS dan secara global.

Menurut Euromonitor, pasar AS memiliki porsi 19% dari total pasar cokelat dunia yang senilai US$102,3 miliar. Valuasi pasar terus meningkat didorong oleh konsumsi masyarakat yang lebih senang membeli produk mahal. Namun, volume penjualan mengalami penurunan karena banyaknya alternatif yang tersedia termasuk dari produk-produk buatan perusahaan rintisan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri makanan minuman

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top