Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemegang Saham: Apple Harus Atasi Kecanduan iPhone di Kalangan Remaja

Pemegang saham Apple Inc. Jana Charles Panners dan California State Teachers Retirement System (CalSTRS) meminta produsen smartphone tersebut untuk mengatasi berkembangnya jumlah remaja yang kecanduan iPhone.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 08 Januari 2018  |  14:10 WIB
iPhone X - Apple
iPhone X - Apple

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang saham Apple Inc. Jana Charles Panners dan California State Teachers’ Retirement System (CalSTRS) meminta produsen smartphone tersebut untuk mengatasi berkembangnya jumlah remaja yang kecanduan iPhone.

Dilansir dari Reuters, Senin (8/1/2018), Panners dan CalSTRS mengirim surat kepada Apple yang isinya meminta perusahaan itu untuk mempertimbangkan pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan orang tua membatasi penggunaan iPgone oleh anak-anak. Keduanya juga meminta Apple untuk mempelajari dampak dari penggunaan iPhone secara berlebihan terhadap kesehatan mental. 

Panners dan CalSTRS menguasai saham Apple senilai US$2 miliar. Isu ini menjadi topik baru bagi Panners, yang dikenal karena selalu mendorong perusahaan yang menjadi sasaran investasinya untuk melakukan perubahan finansial. 

Masalah kecanduan ponsel di kalangan anak muda telah menjadi perhatian yang berkembang di AS karena orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka tidak dapat melepaskan diri dari ponsel mereka. Panners dan CalSTRS khawatir reputasi dan saham Apple bisa terluka jika tidak cepat mengatasi masalah tersebut.

Menurut survei yang dilakukan oleh Common Sense Media kepada anak-anak dan orangtuanya 2016, setengah dari populasi remaja di AS merasa kecanduan ponsel dan merasa tertekan untuk segera menanggapi pesan telepon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apple inc
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top