Ada Apa Dengan Pilkada Jabar?

Manuver Prabowo Subianto di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 dengan mengusung Mayjend (purn) Sudrajat lalu membuat konstelasi politik di provinsi itu berubah seketika.
John Andhi Oktaveri | 26 Desember 2017 12:13 WIB

Kabar24.com, JAKARTA--Manuver Prabowo Subianto di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 dengan mengusung Mayjend (purn) Sudrajat lalu membuat konstelasi politik di provinsi itu berubah seketika.

Nama Sudrajat memang tidak populer secara elektabilitas saat ini, namun lulusan pendidikan Akademi Militer Magelang 1971 itu adalah tokoh yang cukup mumpuni untuk sekadar masuk kelas Gubernur. Boleh dikatakan kelas Sudrajat sebenarnya adalah level nasional, bukan provinsi, mengingat pengalamannya dalam berbagai penugasan di dalam maupun luar negeri.

Penunjukkan Sudrajat oleh ketua umum Partai Gerindra tersebut ternyata sudah disiapkan jauh hari. Sosok militer itu menjadi alternatif utama bersama tim politiknya, bahkan tanpa melibatkan Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi yang sempat disebut-sebut akan maju sebagai calon pemimpin Jabar.

Partai Demokrat yang dulu begitu jumawa mengusung Wagub Jabar Dedy Mizwar (Demiz) bersama PKS dan PAN, kini tampaknya harus berhitung ulang dengan kehadrian Sudrajat.
PDIP yang sejak awal sangat santai, kini harus berpikir keras mengkalkulasi putusannya. Apalagi Partai Nasdem yang dulu sangat pede menunjuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, juga ikut terpengaruh karena tidak bisa mengusung sendiri kadernya.

Sinyal terakhir, yang diisyaratkan PAN dan PKS menunjukkan kedua partai itu akan bersama Gerindra mengusung Sudrajat. PAN kini mencoba menjalin komunikasi dengan Gerindra dan PKS.

"Ini ada dinamika, ada komunikasi terbaru dengan Gerindra, yaitu dengan munculnya Jenderal Sudrajat. Ada komunikasi yang dibangun antara PAN, PKS, dan Gerindra. Sedang dimatangkan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto beberapa waktu lalu.

Awalnya, sebagian kalangan menilai Prabowo mengambil langkah tidak tepat karena menolak Demiz yang diusung Partai Demokrat berpasangan dengan Ahmad Syaikhu yang diajukan PKS sebagai Cagub dan Cawagub Jabar. Padahal, secara politik justru disinilah PKS dan PAN tidak menyadari ikut dalam arus pencitraan Demokrat agar mau mengusung Demiz yang memilih jadi kader Demokrat.

Hampir dipastikan PKS dan PAN akan segera keluar dari gerbong Demokrat setelah Prabowo mengeluarkan kartu trufnya dengan mengusung sosok Sudrajat. Sebagai catatan, mantan atase militer di London, Inggris itu sama-sama kelahiran 1949 dan sesama alumni Magelang dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan Prabowo sendiri.

Bahkan bukan hanya di Jabar, di Jateng, kejadian yang sama juga muncul. Prabowo memilih nama Sudirman Said sebagai cagub, PKS dan PAN juga langsung siap berkoalisi.

PDIP secara terang terangan memuji langkah Prabowo di Jabar. Lewat salah satu ketua DPP, Hendrawan Supratikno partai tersebut mengakui ada keinginan untuk mengikuti Prabowo meski masih ragu-ragu.

Maklum, begitu nama Sudrajat muncul, dia langsung roadshow mengenalkan diri ke masyarakat dengan tagline "Bebersih Jabar". Pelan tapi pasti, mama Sudrajat pun mulai muncul ke permukaan sebagai salah satu calon pemimpin Jabar.

Akankah Sudrajat kemudian muncul sebagai kandidat terkuat di antara tiga nama bersama Ridwan Kamil dan Demiz, tentu mash menunggu perkembangan berikutnya mengingat politik memiliki logikanya sendiri.

"Pokoknya nanti kita bersama-sama di Jabar bersama-sama PKS dan Gerindra insyaallah," jelasnya.

Sebelumnya, PAN membuka diri mengusung Sudrajat di Pilgub Jabar, mengikuti langkah Gerindra. PAN kini mencoba menjalin komunikasi dengan Gerindra dan PKS. "Ini ada dinamis, ada komunikasi terbaru dengan Gerindra, yaitu dengan munculnya Pak Sudrajat, Jenderal Sudrajat. Ada komunikasi yang dibangun antara PAN, PKS, dan Gerindra. Sedang dimatangkan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/12).

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah resmi mengusung Sudrajat di Pilgub Jawa Barat. Prabowo mengaku sedang merayu PAN dan PKS agar dua partai ini mengikuti jejak partainya. Gerindra menamakan koalisi dengan PKS dan PAN, andai jadi terbentuk, dengan sebutan 'Koalisi Reuni'.

Tag : pilkada
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top