Fadli Zon Ungkap Alasan Gerindra Pilih Moreno Soeprato di Pilgub Jatim 2018

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Fadli Zon mengungkap alasan Gerindra beralih hati untuk meminang pembalap Moreno Soeprapto di pemilihan gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 mendatang. Menurut Fadli, di era sekarang masyarakat akan lebih terbuka dengan sosok-sosok muda yang bergairah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Desember 2017  |  19:30 WIB
Fadli Zon Ungkap Alasan Gerindra Pilih Moreno Soeprato di Pilgub Jatim 2018
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Moreno Suprapto (dua dari kanan) bersama dengan Didik Supriyanto (paling kanan) dan Taufik Bambang (paling kiri) di Kantor DPC Gerindra Kota Malang, Minggu (3/9/2017). - Bisnis.com/Choirul Anam

Kabar24.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Fadli Zon mengungkap alasan Gerindra beralih hati untuk meminang pembalap Moreno Soeprapto di pemilihan gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 mendatang. Menurut Fadli, di era sekarang masyarakat akan lebih terbuka dengan sosok-sosok muda yang bergairah.

"Di era sekarang sudah masa-masanya untuk pemimpin muda," kata Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Sabtu, 23 Desember 2017.

Meskipun akan berhadapan dengan pasangan Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Anas, lanjut Fadli, Gerindra sama sekali tidak khawatir untuk mengusung Moreno yang masih muda di kontestasi politik merebut kursi nomor wahid di Jawa Timur itu.

"Gerindra akan mengusung Moreno jika dia bersedia, sedang dikomunikasikan," kata Fadli Zon.

Moreno Soeprapto, 35 tahun, adalah pembalap mobil nasional. Adik kandung dari pembalap Ananda Mikola itu juga disebut memiliki garis keturunan dari Bupati ke-3 Malang, Raden Temanggung Ario Notodiningrat.

Gerindra berencana membangun koalisi dengan Partai Amanat Nasional di Pilgub Jatim.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengatakan koalisi partainya dengan Gerindra sudah cukup untuk mengusung pasangan Cagub-Cawagub di Pilgub Jatim 2018.

"Kami dengan Gerindra saja sudah cukup, punya 20 kursi," kata Eddy di Bale Soto, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Jumat 24 November 2017.

Menurut Eddy, poros baru yang akan dibentuknya bersama Gerindra punya potensi kemenangan yang cukup. Apalagi menurutnya, saat ini masyarakat Jawa Timur membutuhkan figur alternatif selain Khofifah dan Saifullah. Secara historis, Eddy menambahkan, belum pernah kader Nahdlatul Ulama menjadi gubernur di Jawa Timur. Seperti diketahui Khofifah dan Saifullah adalah kader-kader NU.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pilgub jatim 2018, gerindra

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup