Pasar Tradisional Panggung Politik Elite Parpol

Mayoritas pedagang pasar tradisional menilai pemerintah tidak merealisasikan perekonomian kerakyatan dengan merevitalisasi pasar tradisional. Hal itu terungkap dalam survei Indonesia Monitoring Development (IDM) 28 November -10 Desember 2017, di 33 provinsi.
MG Noviarizal Fernandez | 18 Desember 2017 09:40 WIB
Menjelang Natal dan pergantian tahun, harga bahan pokok di pasar tradisional di Balikpapan mulai naik. - Bisnis.com/Fariz Fadhillah

Kabar24.com, JAKARTA - Mayoritas pedagang pasar tradisional menilai pemerintah tidak merealisasikan perekonomian kerakyatan dengan merevitalisasi pasar tradisional.

Hal itu terungkap dalam survei Indonesia Monitoring Development (IDM) 28 November -10 Desember 2017, di 33 provinsi. Dalam survei tersebut, 77,3% responden menjawab pemerintah tidak meralisasikan janji membangun ekonomi kerakyatan dan tidak memprioritaskan pasar tradisional sebagaimana janjinya dalam kampanye.

“Sementara itu, 14,1% responden menilai pemerintah telah merealisasikan janjinya, walau belum dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung dan sisanya sebesar 8,6% menjawab tidak tahu,” ujar Bin Firman Tresnadi, Direktur Eksekutif IDM, dalam rilis Senin (18/12/2017).

Dikatakan, sebanyak 71,8% responden mengungkapkan terjadi penurunan ekonomi keluarga, sehingga mereka harus menyiasati dengan cara mengurangi hal-hal yang tidak mendesak. Sementara itu, 7,5% responden menilai kondisi ekonomi membaik dan ada peningkatan penghasilan.

“Saat ditanya apakah ada peningkatan omzet selama tiga tahun terakhir, 81,8% responden mengatakan, keadaan mereka justru mengalami penurunan omzet, karena turunnya pembeli, selain itu para pembeli juga mengurangi belanja mereka, bahkan hampir setengahnya dari kebiasaan mereka berbelanja,” tuturnya.

Bahkan dalam temuan survei tersebut, rata-rata omzet mereka turun sebanyak 30%-65 %. Sedangkan 13,7% responden menjawab omzet mereka tetap dan sisanya sebesar 4,5% mengalami sedikit peningkatan omzet namun keuntungan minim karena barang dagangan terus naik harga belinya.

Panggung Politik

Seperti diketahui, pasar tradisional selalu dijadikan panggung politik oleh para elite politik dalam melakukan kampanye seperti melakukan berdialog dengan para pedagang ataupun menjanjikan sesuatu tentang pasar tersebut jika terpilih kelak. Bahkan Presiden Joko Widodo pada kampanye Pilpres 2014 menjanjikan akan melakukan revitalisasi 5.000 pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern jika terpilih menjadi presiden.

Survei itu juga memotret para tokoh politik yang dianggap bisa membawa aspirasi revitalisasi pasar tradisional dalam pemilihan presiden 2019 mendatang. Hasilnya, nama Joko Widodo hanya dipilih 26,30% responden, sementara Prabowo Subianto yang dalam setiap kampanye kerap menggelorakan ekonomi kerakyatan dipilih oleh 44,70% responden.

Selain dua tokoh itu, adapula nama Gatot Nurmantyo dengan 8,30%, Puan Maharani 3,50%, Muhaimin Iskandar 2,10%, Zulkifli Hasan 1,40%, Anies Baswedan 2,30%, Agus Yudhoyono 0,80% dan Airlangga Hartato 4,20% dan 6,40% tidak memberikan jawaban.

Penelitian ini mengambil sampel responden sebanyak 2.180 orang yang tersebar secara proposional di 1090 pasar tradisonal yang tersebar pada 390 kota/kabupaten dengan margin of error ± 2,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun metode yang digunakan, penelitian ini menggunakan instrumen data berupa angketberdasarkan kebutuhan data yang akan di ekplorasikan dalam penelitian, angket ini bersifat terbuka dan tertutup.

Tag : pedagang pasar
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top