Trump Tak Berniat Pecat Robert Mueller

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak mempertimbangkan untuk memecat Penasihat Khusus Robert Mueller.
Aprianto Cahyo Nugroho | 18 Desember 2017 06:26 WIB
Robert Mueller - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak mempertimbangkan untuk memecat Penasihat Khusus Robert Mueller.

Trump membuat komentar tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan reporter setelah kembali ke Gedung Putih dari Camp David pada Minggu (17/12/2017). Dia berbicara pada hari yang sama bahwa John Cornyn, anggota Senat dari Partai Republik, datang untuk membela Mueller dengan mengatakan bahwa "akan menjadi sebuah kesalahan" bagi Trump juka memecat penasihat khususnya.

Komentar Cornyn di acara ABC News "This Week" tersebut diutarakan saat beberapa anggota Partai Republik di Kongres telah meminta pemecatan Mueller. Perwakilan Jackie Speier, anggota paratai Demokrat dari California, mengatakan dalam sebuah wawancara radio pada Jumat (15/12) bahwa ada "rumor" di Capitol bahwa Trump berencana untuk memecat Mueller pada 22 Desember.

Pengacara Trump, Ty Cobb, membantah klaim tersebut. Sementara itu, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Direktur Urusan Legislatif Gedung Putih Marc Short keduanya membantah anggapan bahwa Trump sedang mendiskusikan sebuah pemecatan.

"Tidak ada pembicaraan tentang hal itu di Gedung Putih," ungkap Short dalam acara Meet the Press di NBC News, seperti dikutip Bloomberg.

Kepercayaan publik

Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik telah kerap mengkritik Mueller dan staf yang menangani penyelidikan tersebut. Trump juga telah menangkap beberapa pertanyaan ini dan menulis di Twitter bahwa reputasi FBI "berantakan."

Cornyn mengatakan bahwa dia memiliki kepercayaan pada Mueller, mantan direktur FBI yang ditugaskan untuk memimpin penyelidikan terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Namun, ia sependapat dengan banyak rekannya  dari partai republic dalam meragukan integritas penyelidikan tersebut dan menekankan bahwa Mueller harus "menghilangkan" anggota tim yang telah mendukung Demokrat atau mengkritik Trump.

"Saya hanya akan berpikir dia akan khawatir tentang munculnya konflik kepentingan yang akan merusak integritas penyelidikan," kata Cornyn.

Sebelumnya, Mueller baru saja mengeluarkan seorang anggota FBI dari tim penyelidikan segera setelah pesan teks anti-Trump darinya ditemukan. Penerima teks, yang juga berada di tim Mueller, telah mengundurkan diri pada saat pesan tersebut ditemukan.

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top