Jamkrida Jateng : Kontribusi ke PAD Naik 68% di 2018

PT Jamkrida Jateng menargetkan meningkatkan sumbangsih kepada APBD Jawa Tengah hingga 68,75%.
Anggara Pernando | 14 Desember 2017 20:15 WIB

Kabar24.com, SEMARANG -- PT Jamkrida Jateng menargetkan meningkatkan sumbangsih kepada APBD Jawa Tengah hingga 68,75%.

Direktur Jamkrida Jawa Tengah Adi Nugroho mengatakan pada tahun anggaran 2017, pihaknya memberikan kontribsui sebesar Rp1,6 miliar ke APBD Jawa Tengah. Sedangkan pada tahun depan ditargetkan naik menjadi Rp2,7 miliar.

“Jumlah itu setara dengan 55% daru target laba kami. Per November 2017 realisasi laba kami sudah 98% dari target atau sekitar Rp3,9 miliar sedangkan imbal hasil per November Rp34 miliar ,” kata Adi, Kamis (14/12).

Dia menyatakan dengan target laba 2018 ini, maka perusahaan menargetkan memperoleh imbal jasa penjaminan paling sedikit Rp57 miliar. Sedangkan klaim diestimasi berkisar 2%.

“Klaim kecil karena kami melakukan mitigasi risiko dengan reasuransi. Saat ini kami reasuransi di Indonesia Re dan Nasre,” katanya.

Dengan pola ini, Adi menjelaskan, pihaknya memiliki ruang ekspansi yang sangat lebar. Apalagi modal inti Jamkrida Jateng mencapai Rp121 miliar. Sehingga sesuai aturan otoritas Jasa Keuangan yang memberikan kelonggaran penjaminan hingga 40 kali modal sendiri, maka pihaknya dapat memberikan penjaminan hingga setara Rp4,8 triliun.

“Sekarang giring ratio kami baru 1,8 dari ketentuan maksimal 40 kali,” katanya.

Untuk meningkatkan bisnis, maka pihaknya akan menyiapkan sejumlah strategi termasuk meningkatkan penjaminan suretyship. Adi mengatakan potensi penjaminan suretyship ini sangat tinggi pasalnya saat ini fokus anggaran pemerintah provinsi Jawa Tengah yang keseluruhannya mencapai Rp24 triliun lebih diarahkan kepada infrastruktur. Demikian juga dengan pemerintah kabupaten kota.

“Target bisnis dari sektor surety ini naik dua kali lipat,” katanya.

Adi mengatakan saat ini pihaknya didominasi penjaminan sektor UMKM. Sedangkan mitra utama yang bekerjasama dengan Jamkrida Jateng adalah Bank Perkreditan Rakyat milik pemerintah daerah, Bank Jateng, Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi dan Multifinance. Namun dari mitra ini BPR menjadi penyumbang terbesar yakni mencapai 70%dari bisnis perusahaan.

Selain meningkatkan bisnis, Adi mengatakan peningkatan imbal jasa penjaminan juga dilakukan dengan memperluas wilayah kerja. Saat ini selain hadir di seluruh keresidenan di jawa Tengah, pihaknya sedang mengurus perizinan kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk beroperasi lintas provinsi.

“Kami berharap dapat masuk ke wilayah sekitar yang memiliki peluang tinggi tentu dengan fokus utama kita seperti perintah pak Gubernur [Ganjar Pranowo] di Jawa Tengah,” katanya.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto perusahaan daerah harus terus berinovasi untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah. Dia juga mengingatkan perusahaan masuk ke layanan proyek yang sulit dimasuki oleh investasi non pemerintah. Untuk memitigasi risiko pihaknya mengharapkan perusahaan bertindak kreatif.

Dia mengatakan, dewan tidak menyiapkan dukungan suntikan modal baru. Akan tetapi akan memberi dukungan politik sehingga lebih leluasa dalam berekspansi.

Selain itu ia juga mengingatkan peran BUMD sebagaui agen pembangunan, BUMD juga merupakan salah satu aset penyumbang keuangan daerah. Asfirla yang biasa dipanggil Bogi ini mengatakan perusahaan daerah ini juga harus memberi kontribusi ke keuangan daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD).

“Jamkrida tahun ini kami target Rp1,6 miliar,” katanya

Tag : jateng, jamkrida
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top