Wapres Kalla: Kantor Penuh Penghargaan, Tapi Pengelolaan Daerah Bermasalah

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) menjadi dorongan agar kepala daerah terus membenahi persoalan perkotaan.
Irene Agustine | 11 Desember 2017 16:37 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Setwapres

Kabar24.com, JAKARTA  — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) menjadi dorongan agar kepala daerah terus membenahi persoalan perkotaan.

Pasalnya, dia mengatakan banyak kantor kepala daerah yang penuh dengan piala penghargaan namun tetap dijumpai beberapa masalah perkotaan, seperti masalah banjir dan sanitasi.

"Setiap hari kita mendapat informasi atau keadaan banjir, sampah, sulitnya sanitasi dan tentu kita harapkan bahwa penghargaan ini akan sejalan dengan kemajuan kota di Indonesia tersebut," kata Wapres saat memberikan sambutan, di Istana Wakil Presiden, Senin (11/12/2017).

Wapres mengatakan tantangan kedepan untuk membangun smart city adalah dengan memanfaatkan teknologi secara tepat sasaran.

Selain itu, dia mengatakan partisipasi warga juga diharapkan untuk menyukseskan pembangunan perkotaan sehingga tempat tinggal menjadi lebih layak huni.

"Bagaimana melibatkan masyarakat dalam mengatasi hal sanitasi, banjir, kemacetan, tentu solusinya infrastruktur dasar. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam hidup bersama agar kota layak huni," jelasnya.

Wapres memberikan beberapa contoh partisipasi masyarakat dalam membangun smart city, misalnya mewajibkan semua orang untuk ikut serta membersihkan saluran air di depan rumah masing-masing.

"Misalnya, berikan mereka semua sekop untuk menyekop sampah. Langsung 1 juta orang yang bekerja bersihkan Jakarta. Tentu itu juga sesuatu hal yang cerdas dan smart," jelasnya.

RKCI merupakan kegiatan yang dilakukan untuk melakukan pemetaan sehingga tiap kota mampu menjadi Kota Cerdas berdasarkan potensi dan karakternya masing-masing. Kegiatan pemetaan ini merupakan kegiatan 2 tahunan dan dimulai pertama kali pada tahun 2015.

Pemetaan dilakukan dengan menilai kondisi kota berdasarkan elemen kualitas hidup (ekonomi, sosial, lingkungan) dan elemen pemungkin (tata kelola, infrastruktur dan teknologi, masyarakat).

Dalam penyerahan penghargaan RKCI 2017, sebanyak 15 kota dinobatkan sebagai kota cerdas yang dikelompokkan menjadi tiga jenis kota, yakni Kota Besar, Kota Sedang dan Kota Kecil.

Kota Besar yang mendapat penghargaan diantaranya Surabaya, Bandung, Semarang, Bekasi, dan Tangerang Selatan.

Kota Sedang dicapai oleh Denpasar, Binjai, Manado, Yogyakarta, Kediri. Sementara itu, Kota Kecil terdiri dari Magelang, Sawahlunto, Bontang, Tual, Bukittinggi

Tag : jusuf kalla, smart city
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top