Solidaritas Muslim Alumni UI Kecam Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Himpunan profesional muslim lulusan Universitas Indonesia yang tergabung dalam SOLUSI UI (Solidaritas Muslim Alumni Universitas Indonesia) mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai ibu Kota Israel.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 08 Desember 2017  |  15:30 WIB
Solidaritas Muslim Alumni UI Kecam Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Himpunan profesional muslim lulusan Universitas Indonesia yang tergabung dalam SOLUSI UI (Solidaritas Muslim Alumni Universitas Indonesia) mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai ibu Kota Israel. 

SOLUSI UI menuntut pemerintah Amerika Serikat mencabut pernyataan yang konyol dan gegabah serta tak berdasar tersebut. Upaya pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem telah memicu kemarahaan umat Islam se dunia serta dapat menghancurkan upaya perdamaian yang tengah dilakukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Pengakuan sepihak Donald Trump adalah pernyataan orang yang tidak mengetahui sejarah. Pernyataan tersebut melukai hati rakyat Palestina dan hati umat Islam sedunia sekaligus memancing amarah dan ketidaksetabilan kawasan. Karena itu, untuk terciptanya keamanan dan perdamaian dunia yang abadi, kami umat Islam alumni Universitas Indonesia yang tergabung dalam SOLUSI UI, menuntut Donald Trump mencabut pengakuan sepihak yang tidak memiliki dasar ilmiah dan historis tersebut,” tegas Ketua Umum SOLUSI UI Sabrun Jamil kepada pers, Jum’at (8/12) usai mengadakan diskusi masalah ekonomi sosial politik dengan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di gedung Nusantara III, DPR RI seperti dikutip dari siaran persnya

Lebih lanjut dia menjelaskan, kurang dari 10 persen dari umat Islam yang tinggal di Yerusalem. Yerusalem adalah tanah bangsa dan negara Palestina. Karena itu, apa yang dilakukan Donald Trump terhadap Yerusalem merupakan suatu bentuk dukungan terhadap penjajahan Israel atas Palestina. Sekaligus tidak mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

“Padahal PBB bersama negara-negara Islam tengah mengupayakan perdamaian yang abadi dari konflik Israel dengan bangsa dan negara Palestina. Yakni Solusi perdamaian dengan dua negara. Solusi yang tepat dari penyelesaian Palestina dan Israel adalah Solusi dua negara. Dimana Negara dan Rakyat Palestina hidup berdampingan dengan bangsa Israel. Dengan tindakan ngawur Donal Trump ini, akan merusak proses perdamaian sekaligus juga mengancam kestabilan dan keamanan dunia, “ papar Sabrun Jamil.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Donald Trump terhadap Yerusalem merupakan bentuk pengalihan permasalahan dirinya di Amerika Serikat. Sejak masa kampanye Donald Trump memiliki banyak masalah, dan masalaah itu perlahan-lahan mulai terbukti dan terkuak ke publik sehingga popularitas nya di mata Rakyat Amerika Serikat turun. Hal ini secara otomatis mengurangi dukungan rakyat dan Parlemen Amerika serikat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) SOLUSI UI Eman Sulaeman Nasim meminta Bangsa dan Pemerintah Republik Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo tetap memegang teguh komitmen negara sesuai dengan amanat pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945, yakni menghapuskan segala bentuk penjajahan di muka bumi serta ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia yang adil dan beradab. Untuk itu Bangsa dan Rakyat Indonesia harus selalu mendukung penuh perjuangan Rakyat dan Negara Palestina sampai Israel dan pelindung utamanya, Amerika Serikat, bersama PBB dapat benar-benar mewujudkan perdamaian melalui Solusi dua negara. Negara Palestina yang hidup sejahtera berdampingan dengan Israel.

Baik Sabrun Jamil maupun Eman Sulaeman Nasim mendukung sekaligus mengharapkan, kehadiran Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di pertemuan tingkat tinggi negara-negara konferensi Islam (OKI) yang diinisiasi Presiden Turki Erdogan dapat menyampaikan suara umat Islam di Indonesia dan dunia. Menolak pengakuan sepihak Donald Trump. Sekaligus menuntut agar Presiden Amerika Serikat ini mencabut pengakuan tersebut sehingga Ibu Kota Israel tetap di tel Aviv.

“Anggota dan Pengurus SOLUSI UI berharap Presiden Jokowi bersama Presiden Turki Erdogan dan para kepala negara-negara anggota OKI lainnya dapat menekan Presiden dan Pemerintah Amerika Serikat untuk mencabut pengakuannya dan mengembalikan ibu kota Israel ke Tel Aviv serta mendukung dan mewujudkan Solusi 2 negara yakni negara Palestina dan Israel hidup berdampingan. Saling menghormati dan saling menghargai,” papar Sabrun Jamil.

Fadli Zon pada kesempatan tersebut menyambut baik dengan telah terbentuk SOLUSI UI sebagai wadah silaturahim alumni Universitas Indonesia yang beragama Islam serta memiliki perhatian yang besar dalam membela dan menyuarakan kepentingan umat dan agama Islam baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Ke depan, suara-suara alumni UI muslim dalam membela dan memperjuangkan kepentingan Umat Islam bisa disalurkan lewat SOLUSI UI.

“Dibawah Kepemimpinan Pak Sabrun Jamil, SOLUSI UI dapat terus menampung aspirasi lulusan UI yang memiliki kepedulian dalam upaya menyuarakan kepentingan Umat dan agama Islam. Sedangkan ILUNI UI merupakan organisasi alumni yang mewadahi seluruh alumni UI lintas golongan dan lintas agama. Kedua organisasi ini memiliki peranan yang penting dalam mempersatukan alumni UI dan membangun bangsa dan negara Indonesia,”papar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (***).

Dikeluarkan oleh dan untuk Solidaritas Muslim Alumni Universitas Indonesia (SOLUSI UI). Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Eman Sulaeman Nasim di 08121051110.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top