Trump Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Iluni Minta Indonesia Tetap Dukung Palestina

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dibawah pimpinan Arief Budhy Hardono, mengecam keras sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel sekaligus akan memindahkan Kedutaan Besarnya ke Kota tersebut.
Mia Chitra Dinisari | 08 Desember 2017 10:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dibawah pimpinan Arief Budhy Hardono, mengecam keras sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel sekaligus akan memindahkan Kedutaan Besarnya ke Kota tersebut.

Pengakuan sepihak dari Amerika Serikat tersebut telah mengganggu proses perdamaian di Timur Tengah khususnya konflik berkepanjangan antara Israel dengan negara Palestina. Padahal saat ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama negara-negara konferensi Islam (OKI) tengah mengupayakan perdamaian lewat Solusi Pengakuan Dua Negara. ILUNI UI menganggap pengakuan sepihak tersebut sebagai tindakan gegabah yang mengancam keamanan dan perdamaian dunia.

Dia menyebutkan solusi yang terbaik dari penyelesaian konflik yang berkepanjangan antara Israel dan negara Palestina adalah pengakuan dua negara. Kedua negara itu harus hidup berdampingan saling menghormati sebagai sama-sama negara merdeka.

Dengan adanya pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel berarti menghapus solusi dua negara. Sebab Yerusalem selama ini diakui sebagai wilayah Palestina.

"Jika Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu Kota Negara Israel, Itu berarti Amerika Serikat tidak mengakui negara Palestina dan ini jelas menyakiti hati rakyat Palestina dan umat Islam pada umumnya yang selama ini menginginkan agar segera tercipta perdamaian antara Israel dan Palestina, “ papar Ketua Umum ILUNI UI periode 2016-2019 Arief Budhy Hardono dalam siaran persnya.

Dia juga mendesak pemerintah Indonesia setia pada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945) yang menegaskan dukungan pada perjuangan bangsa Palestina dan tidak mengakui Israel.

ILUNI UI mendorong pemerintah Indonesia untuk bersama-sama menggalang kekuatan menekan pemerintah Amerika Serikat membataskan kebijakan sembrono tersebut.

“ ILUNI UI mengajak Bangsa dan Pemerintah Negara Republik Indonesia untuk tetap mendukung perjuangan Rakyat dan Negara Palestina sehingga terealisasinya dua negara Israel dan Negara Palestina yang hidup berdampingan, saling menghormati, hidup rukun damai dan sejahtera. ,” papar Arief Budhy Hardono.

Di tempat yang sama Ketua merangkap Juru bicara ILUNI Eman Sulaeman Nasim, menyatakan dukungannya terhadap apa yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo yang akan berangkat ke Turki untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi negara-negara anggota OKI guna membahas sekaligus mengecam sikap presiden Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu Kota Negara Israel.Sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di dunia. Sudah sepantasnya Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya menolak sikap dan keputusan Donald Trump tersebut.

“Negara-negara Islam dan negara-negara yang mencintai perdamaian, sudah sepantasnya secara bersama, menolak keputusan Presiden Donal Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Negara-negara Islam juga harus bersatu mendesak pemerintahan Amerika Serikat membatalkan pememindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem sekaligus mencabut keputusan konyolnya itu sesegera mungkin,” papar Dosen UI ini.

Sedangkan Sekjen ILUNI Andre Rahadian menyatakan, Bangsa dan Rakyat Indonesia sejak awal menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi. Termasuk bumi Palestina. Apa yang dilakukan Israel dengan menolak terwujudnya negara Palestina, padahal Israel sendiri berdiri di atas wilayah Palestina, adalah bentuk penjajahan di zaman modern yang tidak berperikemanusiaan. Bentuk penjajahan itu harus segera dihentikan. Karena itu, Israel harus segera mengakhiri Kependudukannya dan penjajahannya di wilayah yang diakui sebagai wilayah negara Palestina.

“Pemerintah Amerika Serikat sendiri seharusnya mendukung upaya PBB mengakhiri bentuk penjajahan Israel di Palestina, dengan mewujudkan terciptanya perdamaian yang abadi lewat solusi dua negara. Bukan justru mengakui wilayah Palestina menjadi Ibu Kota baru Israel. Apa yang dilakukan Presiden Donald Trump adalah sebuah kemunduran yang membahayakan keamanan dunia,” papar Andre Rahadian.

Baik Arief Budhy Hardono, Eman Sulaeman Nasim maupun Andre Rahardian berharap, seluruh masyarakat yang ada di dunia termasuk Indonesia menyampaikan keberatannya atau protes kepada pemerintah Amerika Serikat melalui kedutaan besar AS di seluruh dunia secara tertib dan terus menjaga perdamaian serta saling menghormati sesama warga dunia. Bila seluruh masyarakat dunia menyampaikan protestnya atas sikap dan pernyataan Presiden Donal Trump, hal ini dapat menjadi indikasi penolakan dunia. Sehingga pemerintahan Amerika Serikat harusnya mencabut pengakuan tersebut.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup