Cerita Bondan Winarno ‘Maknyus’ dari Jurnalis Jadi Pakar Kuliner

Pakar kuliner Pakar kuliner Bondan Winarno meninggal hari ini, Rabu (29/11/2017) di Rumah Sakit Harapan Kita. Bondan Winarno yang pernah menduduki posisi sebagai Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan ini, meninggal pukul 09.05 WIB, setelah menjalani perawatan
Nancy Junita | 29 November 2017 11:26 WIB
Ucapan belasungkawa untuk Bondan Winarno di akun Facebob Bondan Winarno

Kabar24.com, JAKARTA – Pakar kuliner Bondan Winarno meninggal hari ini, Rabu (29/11/2017) di Rumah Sakit Harapan Kita. Bondan Winarno yang pernah menduduki posisi sebagai Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan ini, meninggal pukul 09.05 WIB, setelah menjalani perawatan

Bondan Winarno yang dikenal dengan slogan ‘Manyus’ ini dikenal sebagai pakar kuliner. Wajahnya kerap muncul di televisi lewat berbagai acara kuliner dan iklan.

Bondan Winarno menjadi presenter Wisata Kuliner salah satu stasiun televisi swasta. Pria yang kini berumur 67 tahun itu sempat berprofesi sebagai jurnalis di berbagai media dan pimpinan redaksi Suara Pembaruan, SWA serta Tabloid Mutiara.

Dikutip dari www.buset-online.com, setelah puluhan tahun menulis di bidang politik, ekonomi dan investigasi Bondan beralih ke dunia kuliner sejak tahun 2000.

Berawal dari menulis di rubrik pariwisata, mempelopori berdirinya komunitas wisata boga Jalansutra hingga menjadi selebritas yang sering mengulas citra rasa masakan tradisional bangsa dan luar negeri.

Perubahan karirnya diakui Bondan sebagai sesuatu yang sudah direncanakan.

“Sewaktu saya menjadi pimpinan redaksi Suara Pembaruan, saya sudah tau bahwa saya harus merencanakan pensiun muda karena saya takut mati muda. Ayah saya meninggal di usia 55, abang saya meninggal umur 22, jadi saya pikir ‘I’m next in line’… saya mulai cari bidang yang belum dilakukan orang lain dan saya bisa, nah saya mulai menulis bidang pariwisata, terus saya mulai fokus di salah satu elemen di pariwisata yaitu kuliner dan terbukti pada waktu itu, tahun 2000, langsung orang-orang bereaksi positif sekali.”

Namun perubahannya itu sempat mendatangkan cemooh dari berbagai kalangan, terutama sesama rekan jurnalis. Bondan dikatakan tidak pantas untuk menulis bidang yang remeh dan enteng mengingat dirinya telah diakui memiliki kualifikasi yang jauh lebih tinggi.

Menanggapi hal ini Bondan hanya kembali ke prinsip hidupnya. Bondan memiliki janji pandu “on my honor I will do my best” yang dipegangnya sejak kecil. Dengan demikian ia selalu diingatkan untuk selalu menantang dirinya sendiri.

“Sehingga untuk saya nggak ada sesuatu yang saya anggap hina, apapun pekerjaannya saya lakukan yang terbaik.”

Tag : kuliner
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top