Peminat Cryptocurrency Meningkat, Bitcoin Bidik US$10.000

Belum usai euforia menembus US$9.000 dalam kurang dari sepekan setelah mencapai US$8.000, performa bitcoin tidak menunjukkan tanda-tanda melambat bahkan terlihat dengan cepat mendekati level lima digit.
Renat Sofie Andriani | 27 November 2017 16:09 WIB
Mata uang virtual Bitcoin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Belum usai euforia menembus US$9.000 dalam kurang dari sepekan setelah mencapai US$8.000, performa bitcoin tidak menunjukkan tanda-tanda melambat bahkan terlihat dengan cepat mendekati level lima digit.

Harga cryptocurrency (mata uang digital) terbesar, dalam hal, nilai pasar ini melonjak seiring dengan meluasnya minat investor meski pada saat yang sama dibebani sikap skeptis dari beberapa pihak.

Harga bitcoin melonjak melampaui US$9.400 pada hari Minggu (26/11), didorong meningkatnya antusiasme investor seputar libur Thanksgiving dan perayaan hari belanja Black Friday di Amerika Serikat (AS).

Menurut data CoinDesk, harga mata uang digital tersebut naik lebih dari 8% ke US$ 9.484,91 dan kemudian diperdagangkan sekitar US$9.300 pada Minggu sore waktu setempat.

Harga bitcoin telah meningkat lebih dari 40% selama dua pekan terakhir. Sebagai perbandingan, Indeks S&P 500 memiliki total return sekitar 18% sepanjang tahun 2017.

“Kenaikan harga bitcoin pada akhir pekan hanyalah kelanjutan dari tren bull jangka panjang terhadap cryprocurrency ini, yang dipacu gelombang perdagangan spekulatif di bursa Jepang dan masuknya investor institusi ke seluruh dunia,” kata Thomas Glucksmann, kepala pemasaran di bursa cryptocurrency Gatecoin Ltd.

“Kemungkinan besar level psikologis US$10.000 akan mendorong investor institusi masuk ke dalamnya,” lanjutnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (27/11/2017).

Lonjakan tersebut turut menarik investor individu. Jumlah akun di Coinbase, salah satu platform terbesar untuk perdagangan bitcoin dan ethereum, telah meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 13 juta dalam satu tahun terakhir, menurut Bespoke Investment Group LLC.

Harga bitcoin pun lanjut naik ke rekor barunya di US$9.735,51 pada hari ini, dan telah naik sekitar 17% dibandingkan dengan perdagangan pada Jumat (24/11).

Apresiasi yang cepat membuat analis dan investor yang bersikap bullish sulit untuk terus memprediksi harganya secara up to date. Hedge fund manager Mike Novogratz, yang menginvestasikan dana senilai US$500 juta dalam cryptocurrency, pekan lalu mengatakan bahwa bitcoin akan mengakhiri tahun ini dengan harga US$10.000.

Sehari kemudian, kepala riset Fundstrat Thomas Lee menggandakan target harganya menjadi US$11.500 pada pertengahan 2018.

Lonjakan nilai Bitcoin pun memaksa bank-bank di Wall Street untuk menyeimbangkan minat klien dalam berspekulasi atas cryptocurrency tersebut dengan skeptisisme sejumlah eksekutif terkait masa depannya.

Sementara CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon telah menjadi salah satu pengkritik bitcoin yang paling menonjol, kepala keuangannya, Marianne Lake, memiliki pendapat yang lebih hati-hati. Bulan lalu Lake mengatakan bahwa perusahaan itu ‘berpikiran terbuka’ terhadap potensi penggunaan cryptocurrency selama diatur dengan benar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bitcoin, cryptocurrency

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top