Hidangan Pesta Kahiyang - Bobby, Syamsul Arifin: Kayak Mana Biasa Orang Medan Bikin Pesta Lah

Konsistensi kesederhanaan sepertinya tetap dilakukan keluarga Istana dalam pelaksanaan Pesta Pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, termasuk pada penyajian menu makanan untuk para tamu undangan.
Yoseph Pencawan | 26 November 2017 15:58 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di dalam iring-iringan Kirab Budaya Pesta Pernikahan Bobby-Kahiyang di Medan, Minggu 26 November 2017. - JIBI / Yoseph Pencawan

Bisnis.com, MEDAN - Konsistensi kesederhanaan sepertinya tetap dilakukan keluarga Istana dalam pelaksanaan Pesta Pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, termasuk pada penyajian menu makanan untuk para tamu undangan.

Tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan akad nikah dan pesta perkawinan di Solo pada 8 November, hampir seluruh menu makanan yang disajikan dalam pesta kedua di Medan, Minggu (26/11/2017), juga terdiri dari kuliner lokal.

Sejumlah tamu undangan yang sudah mendatangi lokasi acara mengaku tidak ada yang berlebihan dalam penyajian makanan. Seperti yang diucapkan mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin kepada sejumlah awak media di pintu keluar lokasi acara.

"Makanannya di dalam lokal, tauco, makanan Medan, begitu-begitu aja lah kayak mana biasa orang Medan bikin pesta, enggak ada makanan Eropa," ujarnya saat melangkah ke lokasi parkir.

Paling, lanjutnya, makanan yang terkesan mewah mungkin puding, tetapi dewasa ini makanan itu pun mudah dijumpai di pinggir jalan.

"Enggak ada yang lebih-lebih. Makanan Mandailing tentu ada lah di situ, (daun) ubi tumbuk," ujarnya lagi.

Sayur daun ubi tumbuk merupakan kuliner yang mudah ditemui di rumah-rumah makan di berbagai daerah Indonesia. Sulit untuk memastikan dari mana asal masakan ini karena berbagai etnis di Tanah Air juga familiar dengan makanan berkuah tersebut.

Hanya saja di Sumatra Utara, sayur daun ubi tumbuk lebih identik dengan kuliner khas etnis Mandailing. Kuliner ini pun menjadi jenis yang populer baik di restoran maupun dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Selain soal makanan, Syamsul juga memberikan pujian terhadap aspek pelaksanaan pesta yang lain, yakni tamu undangan.

"Sebagai orang Medan, saya merasa pesta ini bukan pesta, tetapi kenduri. Saya lihat masyarakat mulai dari lapisan bawah, cukup banyak hadir dari kemarin, tidak dipilih-pilih yang mau diundang."

Biasanya, kata dia, bila keluarga pejabat mengadakan pesta pernikahan, maka para tamu yang diundang hanya mereka yang juga dari kalangan atas. Namun tidak demikian halnya dengan pesta Kahiyang-Bobby.

Meskipun ini merupakan pesta keluarga Istana, tetapi dari pengamatan Syamsul, banyak tamu undangan yang bukan dari kalangan pejabat datang dan diberikan tempat dan makanan yang sama dengan tamu lain.

Begitu juga dalam penyambutan tamu, tidak ada pembedaan yang dilakukan pihak keluarga mempelai, khususnya oleh Presiden Joko Widodo.

"Dia (Jokowi) kelihatan capek, lelah, tapi dia tetap ladeni (para tamu) semampunya Saya bersyukur Allah turunkan pemimpin yang rakyat suka. Kalai ada yang enggak suka, itu biasa, baru tiga tahun. Kalau sudah 30 tahun, bini sendiri aja bisa enggak suka lagi sama awak."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kahiyang ayu

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top