Mantan Panglima Serbia Divonis Penjara Seumur Hidup

Mahkaham kejahatan perang PBB, Rabu (22/11/2017) waktu setempat, menyatakan bekas panglima Serbia di Bosnia, Ratko Mladic, terbukti melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam pembantaian muslim Bosnia dan pembersihan etnis dengan tujuan membentuk "Serbia Raya".
Newswire | 23 November 2017 07:02 WIB
Ratko Mladic - thesun.co.uk

Kabar24.com, DEN HAAG - Mahkaham kejahatan perang PBB, Rabu (22/11/2017)  waktu setempat, menyatakan bekas panglima Serbia di Bosnia, Ratko Mladic, terbukti melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam pembantaian muslim Bosnia dan pembersihan etnis dengan tujuan membentuk "Serbia Raya".

Untuk itu Mladic dijatuhi kurungan seumur hidup. Beberapa menit sebelum dijatuhi vonis, Mladic meradang dengan berterik, "Ini semua bohong, kalian pembohong!"

Pengadilan Kriminal PBB untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) menyatakan Mladic terbukti bersalah pada 10 dari 11 gugatan, termasuk pembantaian 8.000 pria dan bocah laki-laki msulim Bosnia di Srebrenica dan pengepungan selama 43 bulan ibu kota Bosnia, Sarajevo, yang telah merenggut 10.000 warga sipil yang dibunuh oleh pemboman, mortir dan petembak jitu.

Pembunuhan warga laki-laki Srebrenica terjadi setelah mereka dipisahkan dari warga perempuan untuk kemudian dibawa ke bus-bus dan dibariskan guna ditembak mati. Kejahatan ini adalah yang terburuk di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Jaksa Alphons Orie menyebut kejahatan ini adalah yang paling kejam yang pernah dikenal manusia, "yang termasuk genosida dan eksterminasi sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan."

"Pria-pria dan anak-anak lelaki Bosnia ini dicaki, dimaki, diancam, dan dipaksa menyanyikan lagu-lagu Serbia dan dipukuli selagi menunggu untuk dieksekusi," kata Orie.

Mladic menyatakan tidak bersalah atas semua dakwaan. Tim pengacaranya akan mengajukan banding atas putusan itu, demikian Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
serbia

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top