Pembunuh Berantai Charles Manson Wafat Usia 83 Tahun

Lama tak terdengar kabarnya, salah satu pembunuh berantai paling mengerikan dari Amerika Serikat meninggal dunia di usia 83 tahun.
Ilman A. Sudarwan | 21 November 2017 00:38 WIB

Kabar24.com, JAKARTA - Charles Manson yang merupakan pemimpin sekte sesat yang berujung pada pembunuhan berantai di Los Angeles pada 1985 meninggal dunia pada 19 November waktu setempat. Dia meninggal di usia 83 tahun di rumah sakit Kern Country, California.

Juru bicara California Department of Corrections and Rehabilitation mengkonfirmasi kematian Manson, tetapi tidak memberi penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kematian sang pembunuh berantai.

Manson sendiri tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup di Penjara Negara Bagian California di Corcoran.

Dalam beberapa tahun ke belakang dirinya memang tengah mengalami maslah kesehatan dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit sejak Januari lalu. Dia dirawat karena pendarahan gastrointestinal.

Kejahatan terbesarnya adalah mengajak para pengikutnya untuk melakukan beberapa ritual pembunuhan dan mutilasi. Di bawah pimpinannya, mereka menusuk tujuh orang korban, salah satu di antaranya adalah aktris baru Hollywood saat itu Sharon Tate. Saat itu Tate tengah hamil 8 bulan setelah menikah dengan sutradara Roman Polanski.

Untuk sebagian kalangan, apa yang dilakukan Manson dan pengikutnya adalah lambang kegelapan di California waktu itu. Sebagian kalangan juga menilai apa yang dilakukan mereka adalah ekses dari penyebaran narkoba dan sex bebas yang marak terjadi waktu itu.

Manson dijatuhi hukuman mati pada 1971 setelah serangkaian persidangan atas dirinya dan para pengikutnya. Akan tetapi, hukuman tersebut diubah pada 1972 lantaran hukuman mati tidak lagi diperbolehkan di negara bagian California. Hukumannya diringankan menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Semasa hidupnya, Manson tidak pernah mengakui kesalahannya atas pembunuhan Tate. Dia tidak mengakui bahwa pembunuhan oleh para pengikutnya adalah arahan darinya. Dia malah menyebut orang kulit hitam di Amerikalah yang menjadi penyebab terjadinya pembunuhan tersebut.

Selama di balik jeruji, dia terus menolak tuduhan tersebut. Selama empat dekade lebih, dari balik penjara dia membalas ribuan surat elektronik yang ditujukan kepadanya.

Seiring berjalannya waktu, dirinya terus menua. Penglihatannya mulai buram, rambutnya mulai berguguran serta janggut tebalnya kian memutih. Lambang Swastika yang digoreskan di dahinya juga perlahan pudar.

Dalam sebuah wawancara televisi dengan wartawan Charlie Rose dari CBS pada 1987, Manson pernah ditanya soal pandangannya tentang pendapat masyarakat yang menyebut dirinya sebagai monster.

Saat itu, Manson menjawab, "Apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembunuhan, kriminalitas

Sumber : The Washington Post
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top