Kamar RS Kelas 2 dan 3 di Bali Masih Kurang

Bali dinilai masih kekurangan jumlah kamar untuk layanan kelas 2 dan 3, karena pemain swasta lebih banyak memperbanyak kamar untuk layanan VVIP dan VIP.
Feri Kristianto | 14 November 2017 18:08 WIB
Rumah sakit - Istimewa

Kabar24.com, DENPASAR—Bali dinilai masih kekurangan jumlah kamar untuk layanan kelas 2 dan 3, karena pemain swasta lebih banyak memperbanyak kamar untuk layanan VVIP dan VIP.

Kadis Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengharapkan investor swasta bisa memenuhi kewajiban menyediakan minimal 30% dari total kamar yang dimilikinya untuk kelas 2 dan 3.

Dia menegaskan saat ini rumah sakit swasta masih memfokuskan dengan layanan untuk pasien segmen menengah dan menengah atas.

“Rerata untuk kelas 2 dan 3 memang masih kurang, karena fokus swasta itu lebih ke VIP,” jelasnya, Selasa (14/11/2017).

Berdasarkan data Diskes Bali, total rumah sakit di daerah ini sebanyak 55 unit dengan total kamar 5.803 unit. Jumlah tersebut belum termasuk RS Bali Mandara milik Pemprov Bali yang baru saja diresmikan.

Dari total kamar yang tersedia, untuk layanan kelas 2 dan 3 sebanyak 3.133 unit atau 54%, sedangkan VVIP dan VIP sebanyak 1.105 atau 19,04% dari total kamar.

Meski rasio kamar untuk masyarakat kelas bawah sudah lebih besar, tetapi dinilai masih kurang. Kendati demikian, Suarjaya menyatakan tidak bisa menyalahkan rumah sakit swasta karena terkait dengan tingginya investasi sebuah rumah sakit.

Menurutnya, solusi untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan memperbaiki sistem rujukan berjenjang di Bali.

Dia menegaskan rujukan di setiap faskes tingkat pertama akan ditingkatkan agar pasien tidak langsung dibawa ke rumah sakit.

Tag : bali
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top