Aung San Suu Kyi Dituding Ikut Terlibat Genosida Rohingya

Aung San Suu Kyi Dituding Ikut Terlibat Genosida Rohingya
Newswire | 14 November 2017 08:49 WIB
Warga yang terusir akibat kekerasan di wilayahnya berjalan melalui tepian sungai Mayu bersama bawaan mereka saat mengungsi ke wilayah lain di Buthidaung, kawasan utara negara bagian Rakhine, Myanmar - Reuters/Stringer

Kabar24.com, JAKARTA - Bob Geldof akan mengembalikan penghargaan "Freedom of the City of Dublin" pada Senin waktu setempat sebagai bentuk protes krisis kemanusiaan Rohingya karena pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, itu juga pernah mendapat penghargaan sama.

Aktivis politik, yang juga vokalis kelompok band rock Irlandia Boomtown Rats, ini mengatakan dia akan menjadi orang hipokrit kalau mau berbagi kehormatan dengan,"Orang yang telah menjadi anggota komplotan pembunuh dan pelaku genosida."

Dalam pernyataannya, Geldof, 66, mengatakan,"Keterkaitan dirinya (Suu Kyi) dengan kota kita mempermalukan kita semua. Kita telah menghormatinya tapi sekarang dia malah mengejutkan kita dan membuat kita malu."

Seperti dilansir Guardian, Senin, 13 Nopember 2017, Geldof menambahkan,"Singkatnya, saya tidak ingin terkait dengan cara apapun dengan individu yang saat ini terlibat dalam pembersihan etnis Rohingya, yang bermukim di daerah barat laut Myanmar.

Geldof mengatakan dia adalah seorang pendiri organisasi Aegis Trust, yang berjuang mencegah genosida dan membuat kajian soal ini.

Geldof menjelaskan para pendiri organisasi ini juga pendiri National Holocaust Museum di United Kingdom. Dia mengaku kerap menghadiri berbagai kegiatan seminar dan advokasi terhadap orang-orang yang menjadi korban pembersihan etnis.

Pria berambut acak ini dilahirkan di County Dublin dan telah mendapat penghargaan karena menjaga kebebasan kota itu sejak 2005. Dia mengaku sebagai seorang Dublin yang bangga namun tidak bisa memegang penghargaan ini berdampingan dengan Suu Kyi.

Geldof mengatakan jika penghargaan terhadap Suu Kyi dicopot maka dewan bisa mempertimbangkan kembali menganugerahinya penghargaan ini. "Penghargaan ini sangat saya banggakan," kata dia.

Ada 82 orang tokoh termasuk Nelson Mandela, Bill Clinton, dan Barack Obama yang pernah mendapat penghargaan ini sejak diluncurkan 1876. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yang dianggap berjasa mempromosikan atau berkontribusi terhadap kota Dublin, Irlandia.

Sebelumnya, beberapa penghargaan terhadap Aung San Suu Kyi juga dicopot atau akan dievaluasi terkait sikapnya yang dinilai membiarkan  krisis kemanusiaan Rohingya. Misalnya, lukisan Suu Kyi sebagai mahasiswa Oxford diturunkan pada bulan lalu. Akademi St Hugh's Colleg memindahkan foto besar Suu Kyi dari pintu gerbangnya menjelang dimulainya masa perkuliahan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rohingya

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup