Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor China Tertarik Tanam Modal di Proyek Tol Bali 204 km

Investor asal China tertarik untuk menanamkan modalnya pada proyek jalan tol Canggu Singaraja sepanjang 204 kilometer dengan nilai inestasi mencapai Rp3 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Oktober 2017  |  20:00 WIB

Kabar24.com, DENPASAR – Investor asal China tertarik untuk menanamkan modalnya pada proyek jalan tol Canggu – Singaraja sepanjang 204 kilometer dengan nilai inestasi mencapai Rp3 triliun.

Jalan Tol Canggu - Singaraja nantinya akan melewati beberapa daerah di Bali seperti Mengwi hingga Padangbai Karangasem. Jalan ini nantinya akan menghubungkan wilayah Bali Selatan dengan Bali Utara.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Bali Ida Bagus Made Parwata mengatakan sejak proyek ini digulingkan, sudah ada 7 investor yang menghubunginya dan tertarik menanamkan modal pada proyek jalan tol ini.

Dari sekian investor yang telah melakukan penawaran, baru satu yang menyatakan keseriusannya, yakni konsorsium beranggotakan warga negara China yang tinggal di London. Dia pun sudah bertemu dengan investor ini sebanyak 3 kali selama Oktober 2017.

Kata dia, investor asal China ini bahkan tertarik untuk membiayai 100% proyek Tol Canggu-Denpasar. Hanya saja, sesuai dengan peraturan, investor asing hanya bisa mendanai sebesar 67% .

“Konsursium orang China yang tinggal di London ini punya banyak uang, mereka bilang kalau dibawa uangnya ke China gak bisa keluar lagi, makanya dipilih Bali untuk menanamkan modal ,” katanya, Selasa (24/10/2017).

Menurutnya, Jasamarga telah menyerahkan proyek jalan tol Canggu – Denpasar ini kepada PT Waskita Karya. Hanya saja, Waskita Karya tidak kunjung menjalankan proyek lantaran minimnya modal.

Dia mengharapkan dengan adanya investor asal China ini, maka proyek dapat segera dilakukan, di mana nantinya investor China menanamkan modalnya sebesar 67% dan sisinya Wisata Karya.

Kata dia, setelah ini disepakati, langkah selanjutnya yang harus ditempuh yakni meminta ijin ke pusat seperti ijin prinsip ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk selanjutnya bisa mendapat ijin-ijin lain seperti pembebasan lahan, konstruksi, maupun operasional.

“Kalau mau cepat ya bisa sekarang kan sudah ada pelayanan satu pintu, mudah-mudahan 2018 sudah bisa mulai,” sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol bali investor china
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top