Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Saracen: Kejaksaan Belum Terima Berkas Tersangka Lain

Kejaksaan Agung mengaku sampai sekarang belum menerima berkas tersangka lain kasus ujaran kebencian kelompok Saracen dari Bareskrim Polri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2017  |  19:33 WIB
Kasus Saracen: Kejaksaan Belum Terima Berkas Tersangka Lain
Portal Saracennews.com, salah satu usaha Jasriadi. - Bisnis.com/Nancy Junita
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung mengaku sampai sekarang belum menerima berkas tersangka lain kasus ujaran kebencian kelompok Saracen dari Bareskrim Polri.

"Yang satu sudah disidangkan di Cianjur. Yang lain kami tunggu, masih diperiksa di penyidik," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Jumat.

Satu tersangka yang telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur adalah Sri Rahayu Ningsih. Sedangkan empat tersangka lainnya yang masih ditangani kepolisian adalah Jasriadi (Jas), Muhammad Faizal Tonong (MFT), Muhammad Abdullah Harsono (MAH), dan Asma Dewi.

Dalam kasus penyebaran isi ujaran kebencian dan berita bohong di jejaring sosial Facebook oleh kelompok Saracen, polisi telah menangkap empat tersangka, yakni Jasriadi (Jas), Muhammad Faizal Tonong (MFT), Sri Rahayu Ningsih (SRN), dan Muhammad Abdullah Harsono (MAH). Mereka adalah pengelola Saracen.

Selain itu, penyidik Bareskrim juga menangkap seorang ibu rumah tangga bernama Asma Dewi yang diduga mentransfer dana Rp75 juta ke anggota Saracen.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennewscom.

Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Saracen

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top