PERNIKAHAN SEJENIS: Dukungan Warga Australia Merosot, Oposisi Meningkat

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa dukungan untuk mengesahkan pernikahan sejenis (gay marriage) di Australia telah merosot.
Renat Sofie Andriani | 25 September 2017 11:11 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa dukungan untuk mengesahkan pernikahan sejenis (gay marriage) di Australia telah merosot.

Jajak pendapat oleh perusahaan riset berbasis di Sydney, Galaxy Research, yang diterbitkan di surat kabar The Australian menemukan bahwa dukungan untuk pernikahan sejenis telah turun menjadi 57% dari 63% dalam lima pekan.

Pada saat yang sama, tingkat oposisi telah tumbuh dari 30% menjadi 34%.

Survei dilakukan terhadap 1.695 pemilih dan diambil sejak Kamis hingga hari Minggu pekan lalu, dengan margin kesalahan sebesar 2,4 poin persentase.

Dukungan tersebut dikabarkan menurun saat digelarnya pengambilan suara nasional terkait isu ini.

Jika sebagian besar respon dalam pengambilan suara nasional mendukung pernikahan sesama jenis, Parlemen Australia akan mengambil suara dalam waktu satu bulan mengenai undang-undang untuk mencabut larangan tersebut.

Meski demikian, sejumlah anggota parlemen telah bersumpah untuk menolak kesetaraan perkawinan (pernikahan sesama jenis) walaupun bertentangan dengan pendapat populer.

Di sisi lain, jika sebagian besar tanggapan menentang pernikahan sesama jenis, para pembela hak kaum gay khawatir bahwa kesetaraan perkawinan bisa diabaikan dari agenda politik selama bertahun-tahun.

Sementara itu, hasil yang terpaut tipis akan memperkuat pertanyaan tentang seberapa akurat pengambilan suara melalui pos ini mencerminkan opini populer.

Sejumlah laporan menunjukkan seseorang yang menandai surat suara orang lain dengan kata ‘tidak’, surat suara curian yang dicampakkan, serta upaya pelelangan surat suara mereka di situs-situs.

Anggota parlemen dari kubu oposisi, Warren Snowdon, mengatakan bahwa seseorang telah mengambil sekantong surat suara di Komunitas Suku Aborigin pedalaman Gunbalanya di utara wilayah divisi pemilihannya pada pekan lalu dan mengisi surat suara orang lain.

Di komunitas-komunitas terpencil, surat suara tidak dikirimkan ke rumah melainkan dikumpulkan dari pusat surat.

“Saya pikir ada kemungkinan hal ini bisa terjadi di seluruh wilayah. Ini benar-benar merusak prosesnya,” ujar Snowdown, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (25/9/2017).

Biro Statistik Australia, yang melakukan survei pos ini, menyatakan telah menyelidiki dugaan di Gunbalanya dan tidak menemukan bukti adanya kecurangan.

Australia adalah satu dari sedikit negara yang mengajukan pertanyaan tentang pernikahan gay kepada masyarakat umum. Hasil dari pengambilan suara yang dimulai pada 12 September 2017 ini akan diumumkan pada 15 November 2017.

Pemerintah Australia hari ini menyatakan telah mengirimkan kotak-kotak suara kepada lebih dari 16 juta pemilik suara mengenai apakah negeri kanguru tersebut harus mencabut larangan pernikahan sesama jenis.

Sebagian besar jajak pendapat yang diterbitkan pada hari ini dilakukan setelah mantan Perdana Menteri Tony Abbott, seorang pendukung suara vokal yang memilih ‘tidak’, mengatakan bahwa ia telah diserang seorang juru kampanye suara ‘ya’ Kamis lalu.

 

Tag : australia, pernikahan sejenis
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top