Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BOM MELEDAK DI KERETA : PM May Adakan Pertemuan Darurat

Perdana Menteri Inggris Theresa May menggelar pertemuan darurat untuk membahas ledakan di stasiun kereta bawah tanah, Jumat (15/9/2017).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 September 2017  |  19:16 WIB
Petugas kegawatdaruratan diterjunkan di stasiun kereta bawah tanah Parsons Green di London, Inggris. - Reuters
Petugas kegawatdaruratan diterjunkan di stasiun kereta bawah tanah Parsons Green di London, Inggris. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Perdana Menteri Inggris Theresa May menggelar pertemuan darurat untuk membahas ledakan di stasiun kereta bawah tanah, Jumat (15/9/2017).

Seperti dilansir Reuters, May dikabarkan akan bertemu dengan Komite Tanggap Darurat Inggris yang dijadwalkan pada Jumat siang waktu setempat.

Sementara itu, May dalam sebuah pernyataan menyatakan duka cita kepada pada korban dalam ledakan tersebut, dan berjanji akan merespon dengan cepat untuk menganganinya.

"Pikiran saya bersama meraka yang yang terluka di Parsons Green dan layanan darurat yang merespons dengan cepat dan berani terhadap dugaan insiden teroris," ujar PM May.

Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengatakan bahwa semua orang harus tetap tenang dan melanjutkan kegiatan mereka seperti biasa.

Seperti diketahui, sebuah ledakan terjadi di dalam gerbong kereta di stasiun kereta metro Parsons Green, London. Kepolisian menyebut insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Dalam ledakan ini, sejumlah orang dikabarkan terluka bakar, dan yang lainnya terluka karena terinjak-injak saat melarikan diri. Sedikitnya 22 orang dilarikan ke rumah sakit, namun belum ada laporan mengenai korban kritis atau meninggal dunia.

Polisi belum mengatakan apapun mengenai siapa yang bertanggung jawab di balik ledakan tersebut. Seorang saksi Reuters melihat polisi bersenjata menyisir gerbong kereta di tempat kejadian.

Di lain pihak, Presiden AS Donald Trump langsung merespons insiden ini di akun Twitternya. Trump mengatakan ini adalah serangan oleh seorang pecundang teroris.

"Ini adalah orang-orang sakit dan gila yang berada dalam pemandangan Scotland Yard. Harus proaktif!" kicaunya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

london
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top