Wagub NTB : Rentenir dan Investasi Bodong Ganggu Ekonomi

Pemerintah provinsi NTB menegaskan agar pembinaan dan pengawasan kepada masyarakat terkait investasi bodong serta pemahaman terhadap rentenir ditingkatkan.
Eka Chandra Septarini | 14 September 2017 17:32 WIB

Kabar24.com, MATARAM -- Pemerintah provinsi NTB menegaskan agar pembinaan dan pengawasan kepada masyarakat terkait investasi bodong serta pemahaman terhadap rentenir ditingkatkan.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengajak Otoritas Jasa Keuangan NTB untuk memberikan edukasi kepada masyarakat guna mengurangi dampak negatif adanya investasi bodong dan peminjaman kredit kepada rentenir yang kerap terjadi di daerah.

"Saat ini banyak bermunculan promosi investasi di media online yang masih belum jelas statusnya. Sehingga, pertumbuhan ekonomi NTB yang baik ini jangan sampai terganggu oleh praktik investasi bodong yang merugikan masyarakat," tegas Amin di Mataram, Kamis (14/9/2017).

Amin menilai praktik rentenir yang berkembang di masyarakat tidak hanya menghambat berkembangnya jasa keuangan di daerah. Namun juga merugikan masyarakat itu sendiri dengan kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai hukum dan aturan industri jasa keuangan.

Di samping mendorong OJK untuk mencegah praktik rentenir dan investasi bodong tersebut, Amin juga menegaskan agar masyarakat tidak tergiur dan menghindari transaksi keuangan yang tidak sesuai aturan.

Apalagi, menurut Amin saat ini NTB mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan dibanding daerah-daerah lain. Maka, momentum ini harus dimanfaatkan OJK untuk membantu menjaga kestabilan ekonomi yang ada.

“Mari kita terus bersinergi dengan berbagai unsur yang ada di daerah ini. Agar jasa-jasa keuangan kita terus tumbuh dengan baik,” ujar Amin.

Tag : ntb, investasi bodong
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top