Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tunjangan Profesi Guru Madrasah Akan Dibayarkan

Kemenag dan Kementerian Keuangan telah berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah tunjangan profesi guru madrasah yang belum terbayarkan pada 2015, 2016 dan 2017.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 12 Juli 2017  |  20:50 WIB
Kantor Kementerian Agama. - Istimewa
Kantor Kementerian Agama. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Keuangan  telah berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah tunjangan profesi guru madrasah yang belum terbayarkan pada 2015, 2016 dan 2017.

Kebutuhan tambahan anggaran Kemenag mencapai Rp 3,262 triliun untuk penyelesaian tunggakan pembayaran tunjangan profesi (Inpassing) bagi guru madrasah bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun tersebut.

Kasubdit Anggaran Bidang Agama, Kepresidenan dan Letina Kemenag, Sudadi, mengatakan Inspektorat Jendral Kemenag dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kemenkeu telah mengharmonisasikan data tunjangan profesi guru (TPG) madrasah itu.

“Mengharmonisasikan seluruh data dan informasi yang dimiliki Kemenag dan Kemenkeu, supaya nantinya tersusun kebijakan strategis dalam pemenuhan anggaran tambahan terhadap TPG di Kemenag,” katanya, Rabu (12/7/2017).

Menurutnya, koordinasi untuk mengharmoniasikan data TPG madrasah dilakukan setelah proses review yang dilakukan Itjen Kemenag dan BPKP Kemenkeu mengingat pihak Kemenag akan memperoleh tambahan anggaran On Top melalui APBNP Tahun Anggaran 2017

Sementara itu Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MI/MTs Kemenag, Kidup Supriyadi, mengatakan pihaknya memperoleh seluruh data hasil review Itjen Kemenag dan BPKP atas tunggakan pembayaran tunjangan profesi bagi guru madrasah pada 2016 dan 2017. 

“Sebagai tindak lanjut dari review itu, Menteri Agama telah bersurat kepada Menteri Keuangan perihal Permohonan alokasi tambahan anggaran tunjangan profesi (Inpassing) bagi guru madrasah bukan PNS,” ujarnya dalam situs resmi Kemenag.

Dia menjelaskan surat itu menjelaskan kebutuhan tambahan anggaran Kemenag sebesar Rp3,227 triliun untuk penyelesaian tunggakan pembayaran tunjangan profesi (Inpassing) bagi guru madrasah bukan PNS tahun 2015, 2016, dan 2017. 

Selanjutnya Kepala Seksi Bina Guru MI/MTs Kemenag, Mustofa Fahmi, mengatakan selain kebutuhan anggaran Rp3,227 triliun, Kemenag masih membutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp.35,46 miliar.

Kebutuhan tambahan itu, lanjutnya, sesuai dengan data tambahan hasil review Itjen Kemenag pada 2017 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta Sulawesi Selatan.

“Dengan demikian, total kebutuhan anggaran untuk pemenuhan alokasi anggaran TPG (Inpassing) bagi guru madrasah bukan PNS sebesar Rp3,262 triliun,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru guru madrasah madrasah kementrian agama kementrian agama
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top