Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Satu Pria Tewas, Dua Wanita Luka, dan 11 Hilang Akibat Hujan Deras

Satu orang pria tewas dan dua orang wanita mengalami luka-luka saat ditemukan pada Kamis (6/7/2017) akibat hujan deras yang melanda wilayah barat daya Jepang selama dua hari berturut-turut.
Seorang wanita berjalan di bawah hujan di Fukuoka/Kyodo
Seorang wanita berjalan di bawah hujan di Fukuoka/Kyodo

Kabar24.com, JAKARTA - Satu orang pria tewas dan dua orang wanita mengalami luka-luka saat ditemukan pada Kamis (6/7/2017) akibat hujan deras yang melanda wilayah barat daya Jepang selama dua hari berturut-turut.

Hujan lebat yang mengakibatkan banjir ini juga menyebabkan 11 orang hilang dan memaksa 40 ribu orang mengungsi.

Sebagian wilayah Perfektur Fukuoka yang terletak di barat daya pulau Kyushu dilanda hujan deras dengan curah hujan mencapai 774 mm selama sembilan jam pada Rabu (5/7/2017). Curah hujan tersebut 2,2 kali lebih tinggi dari biasanya.

Sekitar 7.500 petugas penyelamat, termasuk polisi, pemadam kebakaran, digerakkan untuk memberi bantuan evakuasi dan mencari warga yang dilaporkan hilang.

Pejabat setempat menyebutkan jumlah militer yang dikerahkan bisa bertambah hingga 5.000 dan dibantu 50 helikopter jika memang dibutuhkan.

Longsor dilaporkan terjadi di sejumlah area. Seorang pria ditemukan di balik longsoran tanah tanpa adanya tanda-tanda kehidupan.

"Ada banyak laporan terkait orang-orang yang belum diketahui keberadaan dan keselamatannya. Ada banyak laporan seperti: anak terbawa arus, rumah saya disapu banjir, dan saya tidak bisa menghubungi orang tua saya," jelas Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga seperti diberitakan Reuters, Kamis (6/7/2017).

Dia menyampaikan pihaknya akan tetap memantau wilayah yang terdampak bencana dan bekerja sepenuh tenaga untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan memastikan tingkat kerusakan yang terjadi.

Perfektur Fukuoka dan Oita merupakan dua area pedesaan yang luas dengan curah hujan paling parah yang disebabkan terbentuknya area bertekanan rendah di Samudra Pasifik yang membawa udara hangat dan lembab ditengah musim hujan di Jepang.

Para penduduk yang mengungsi terpaksa tinggal di pusat evakuasi yang didirikan di sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintahan di dataran tinggi, dihantui rasa cemas di tengah laporan sejumlah longsor dan jalanan yang tertutup banjir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Saeno

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper