Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Kekurangan Guru Agama Islam

Pendidikan agama Islam di sekolah saat ini terhambat oleh persoalan kekurangan guru agama yang cukup besar.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 04 Juli 2017  |  09:04 WIB
Indonesia Kekurangan Guru Agama Islam
Kementerian Agama - Ilustrasi/kemenag.go.id
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA—Pendidikan agama Islam di sekolah saat ini terhambat oleh persoalan kekurangan guru agama yang cukup besar.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya memperkirakan terdapat kekurangan hingga 21.000 guru agama Islam di sekolah-sekolah d seluruh Indonesia. Hal itu dinilai menjadi problem mendasar karena jika guru agamanya kurang, berarti pengajar agama di sekolah selama ini bukan ahli agama. Hal tersebut bisa menjadi potensi masuknya pemahaman radikal dan intoleran. 

“Agama tidak boleh diajarkan orang yang bukan ahlinya. Sebab, ketika guru agama diajarkan oleh yang bukan ahlinya, maka di situ ada potensi pemahaman keagamaan intoleran, potensi radikalisme, potensi missleading yang sangat besar,” ujarnya, Senin (3/7).

Dengan jumlah kekurangan hingga 21.000 guru agama, ia memperkirakan terdapat 20.000 sekolah yang tidak memiliki guru agama Islam. Pihaknya berharap bisa menyelesaikan persoalan tersebut dengan mencari guru yang diperlukan.

Guru besar UIN Alauddin Makassar ini menyarankan agar pemerintah daerah mengangkat guru agama yang berlatarbelakang pendidikan agama, meski statusnya tidak harus PNS. Pemda bisa mengidentifikasi sekolah mana saja yang kekurangan, karena sekolah menjadi kewenangannya. 

Kalau masalah kekurangan guru ini dibiarkan, lanjut Kamaruddin, hal itu sangat berpotensi untuk dikapitalisasi pihak-pihak yang mempunyai agenda diseminasi ajaran agama yang radikal. Sebab, jika agama diajarkan oleh mereka yang beraliran keras maka pendidikan agama di sekolah akan berkontribusi signifikan dalam penetrasi radikalisme.

“Ini salah satu yang harus diwaspadai. Agama harus diajarkan oleh sarjana agama, bukan  sarjana non agama,” tandasnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan islam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top