Pasar Isuzu Terdongkrak Pembangunan Infrastruktur

Pabrikan mobil asal Jepang, Isuzu, optimistis dapat merengkuh pertumbuhan penjualan yang signifikan di Jawa Tengah tahun ini dengan memanfaatkan momentum pembangunan infrastuktur
Lingga Sukatma Wiangga | 22 Juni 2017 08:12 WIB
Isuzu - ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG—Pabrikan mobil asal Jepang, Isuzu, optimistis dapat merengkuh pertumbuhan penjualan yang signifikan di Jawa Tengah tahun ini dengan memanfaatkan momentum pembangunan infrastuktur.

Arif Rachmawan, Kepala Cabang Astra Isuzu Semarang mengatakan target penjualan pihaknya tahun ini mencapai 360 unit, atau naik sekitar 60% lebih dari realisasi penjualan tahun lalu sebanyak 215 unit.

Adapun pada Januari-Mei 2017 dia menyebut penjualan pihaknya sudah mencapai 140 unit. Pencapaian itu naik sekitar 20% dari realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu.

“Pasar otomotif sebenarnya belum terlalu bagus, tapi optimisme kami ada di pasar komersial terutama untuk truk. Di Jateng lagi banyak proyek seperti pembangunan tol dan infrastruktur jalan raya sehingga optimistis lima tahun ke depan proyek pembangunan itu masih jalan terus,” katanya, Selasa malam (20/6).

Pada periode Januari-Mei 2017, lanjut dia, penjualan truk mencapai 92 unit. Kontribusi penjualan terbanyak berikutnya adalah model MPV andalan Isuzu, Panther yang mencapai sekitar 30 unit dan sisanya adalah penjualan pikap serta MU-X pada model SUV.

Dia mengakui, hingga akhir tahun penjualan pihaknya akan tetap didominasi oleh truk. Untuk mengoptimalkan penjualan truk, selain berharap pada sektor infrastruktur pihaknya pun menyasar industri yang saat ini terus bertumbuh seperticonsumer goods.

“Kami pun melihat database dalam beberapa tahun terakhir industri apa yang bertahan dari pelambatan ekonomi. Ternyata distribusi consumer goods bagus karena Seamarang ini termasuk kota lintas sehingga kami fokus juga ke segmen distribusi,” tuturnya.

Dalam penguasaan pangsa pasar, truk Isuzu pada lima bulan pertama tahun ini telah memperoleh 26%. Targetnya hingga akhir 2017 Isuzu dapat meraih 28% pangsa pasar di Jateng. Sedangkan pada 2016 pangsa pasar truk Isuzu hanya 17,6%.

Di sisi lain, untuk pasar mobil penumpang Isuzu akan mengoptimalkan Panther dengan menyasar pasar kendaraan operasional untuk instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Arif mengklaim, hingga 70% penjualan Panther berasal dari pasar tersebut.

Terkait Panther menurutnya Isuzu sedang melakukan pengembangan. Dia menyebut dalam beberapa waktu ke depan bisa saja pihaknya merilis New Panther. Namun ditanyai kapan waktunya, dia enggan berkomentar.

Dia mengatakan untuk produk baru tahun ini Isuzu akan merilis MU-X varian 4X4. Arif menyebut, pihaknya pun saat ini tengah menggenjot penjualan produk SUV tersebut. Hal itu berkaitan dengan pertumbuhan pasar model SUV di Jateng.

Sejak 2015 penjualan SUV naik rata-rata 40%. Adapun di Semarang tahun lalu kenaikan penjualan SUV ada di kisaran 40% hingga 50%. Sementara sepanjang tahun ini sudah mencapai 80%. Untuk itu pihaknya menawarkan paket bunga cicilan 0% selama tiga tahun bagi konsumen MU-X.

Tahun ini pihaknya mematok target penjualan MU-X sebanyak 120 unit. Dia menambahkan, pasar MU-X sangat kuat di Solo karena komunitas pecinta kendaraan Isuzu di sana cukup besar. Sekitar 60% hingga 70% pembeli MU-X sebelumnya adalah konsumen Panther.

Sehingga di pasar MU-X pihaknya menyasar segmen yang naik kelas dari MPV ke SUV. Adapun untuk menyokong penjualan di Jateng pihaknya ditopang oleh 16 outlet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
regional

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top