BONE GRAFT: Mahasiswa Biomedik Unair Berhasil Ciptakan Pengganti Massa Tulang dari Terumbu Karang

Mahasiswa S1 Teknik Biomedik, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya berhasil membuat bahan pengganti massa tulang atau bone graft yang hilang akibat pengangkatan massa tulang maupun amputasi dalam operasi pada kasus penderita kanker tulang atau osteosarcoma.
Choirul Anam | 21 Juni 2017 12:33 WIB
Anggota tim PKM-PE di laboratorium FST Unair. - Bisnis/Istimewa

Kabar24.com, MALANG--Mahasiswa S1 Teknik Biomedik, Fakultas Sains dan Teknologi  Universitas Airlangga Surabaya berhasil membuat bahan pengganti massa tulang atau bone graft yang hilang akibat pengangkatan massa tulang maupun amputasi dalam operasi pada kasus penderita kanker tulang atau osteosarcoma.

Bonegraft hasil inovasi mahasiswa Biomedik FST Unair ini dibuat dari serpihan terumbu karang.

Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE), Hana Zahra Aisyah menjelaskan, bersama empat temannya melakukan penelitian ini untuk menemukan alternatif atas permasalahan yang terjadi, mengingat kasus kanker tulang di Indonesia semakin bertambah.

“Kanker tulang atau osteosarcoma merupakan salah satu tipe kanker yang menyerang bagian tulang manusia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (21/6/2017).

Gejala penyakit ini seringkali diabaikan, karena acapkali dianggap nyeri biasa. Penanganan dari kanker tulang dapat berupa pengangkatan massa tulang sampai amputasi.

Hana Zahra Aisyah, Juliani Nurazizah Setiadiputri, Agisa Prawesti, Danang Pristiono, dan Ferisya Kusuma Sari memanfaatkan kekayaan hayati laut Indonesia berupa terumbu karang untuk dimanfaatkan menjadi bahan pengganti massa tulang.

Di luar negeri sudah ada yang memanfaatkan terumbu karang sebagai bahan bone graft, namun terumbu karang sendiri termasuk kekayaan hayati laut yang dilindungi di balik potensinya yang besar.

“Untuk itu kami ingin memaksimalkan potensinya tanpa merusak kekayaan hayati laut, jadi kami gunakan serpihan terumbu karang hasil gerusan ombak yang banyak terdapat di pasir-pasir pantai," kata Hana Zahra.

Di bawah bimbingan dosen Djoni Izak Rudyardjo, penelitian diajukan dalam program PKM-PE dengan judul "Coral Grains sebagai Bahan Baku Pembuatan Hidroksiapatit - Alginat untuk Aplikasi Bone Graft pada Kanker Tulang (Osteosarcoma)".

Setelah melewati penilaian yang ketat, Dirjen Dikti memutuskan penelitian ini layak memperoleh dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam PKM 2017.

Menurut Hana, untuk meningkatkan kekuatan terumbu karang ini, terhadap kandidat bone graft ini juga ditambahkan dengan Alginat.

Alginat merupakan bahan yang kompatibel dengan tulang dan berfungsi untuk meningkatkan kekuatan bone graft agar tidak rapuh.

"Kami ingin memberikan harapan bagi penderita kanker tulang bahwa kehilangan sebagian tulang bukanlah akhir dari segalanya. Mudah-mudahan inovasi kami ini bisa membantu mereka untuk beraktivitas kembali," tambah Agisa Prawesti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unair

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top