Petani Solok Keluhkan Anjloknya Harga Bawang Merah

Petani bawang merah di Kabupaten Solok, Sumatra Barat mengeluhkan harga jual bawang yang rendah di tingkat petani dan menyebabkan petani merugi.
Heri Faisal | 31 Mei 2017 11:30 WIB
Petani mengumpulkan bawang merah - Antara/Siswowidodo

Kabar24.com, PADANG—Petani bawang merah di Kabupaten Solok, Sumatra Barat mengeluhkan harga jual bawang yang rendah di tingkat petani dan menyebabkan petani merugi.

Salah satu petani, Hafis, mengatakan harga bawang merah di tingkat petani hanya dihargai Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram, sehingga menyebabkan petani merugi karena biaya produksi yang tinggi.

“Kami minta pemerintah memikirkan nasib kami, sebab harga bawang merah sangat rendah. Padahal daerah kami sudah ditunjuk sebagai salah satu lumbung bawang merah, harusnya harga diperhatikan,” katanya, Selasa (30/5/2017).

Menurutnya, sejak didatangi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Desember tahun lalu, dan mendorong petani untuk menggerakkan budidaya bawang merah, jumlah petani di komoditas tersebut meningkat pesat.

Namun, setelah semangat petani untuk mengembangkan komoditi bawang merah meningkat, saat panen harga jualnya justru anjlok. Padahal, di sejumlah pasar tradisional di Kota Padang, ibukota Sumbar, harga bawang merah masih di kisaran Rp25.000 per kilogram.

“Pak Menteri ketika itu bahkan mencanangkan Solok sebagai lumbung bawang merah, sehingga banyak petani yang menanam. Tetapi sekarang harga anjlok,” katanya.

Dia meminta pemerintah komit dengan janji untuk menyerap bawang petani melalui Perum Bulog dengan harga Rp15.000 per kilogram, tanpa tebang pilih.

Penurunan harga bawang merah di tingkat petani di Kabupaten Solok, sudah terjadi secara bertahap sejak tiga bulan terakhir. Bahkan, jika dibiarkan harga bawang merah di tingkat petani bisa terus melorot.

Petani bawang merah di Solok, didampingi Anggota DPD RI asal Sumbar Nofi Candra sudah bertemu Menteri Pertanian untuk mengatasi anjloknya harga bawang merah, yakni salah satunya diserap lewat Bulog.

Kepala Perum Bulog Divre Sumbar Benhur Nkaimi mengatakan perseroan sudah membeli bawang merah petani dengan harga Rp15.000 per kilogram.

“Kami beli langsung dari petani dengan harga Rp15.000 per kilogram. Tidak hanya bawang merah, juga cabai merah,” katanya.

Menurutnya, masih terbatasnya jumlah cold storage atau lemari pendingin guna penyimpanan komoditas strategis yang menyebabkan inflasi di daerah itu, menyebabkan belum seluruh komoditas petani mampu diserap Bulog.

Dia mengatakan Bulog bisa saja investasi membangun cold storage dan gudang, tetapi tidak bisa dilakukan untuk jangka pendek. Sehingga, yang paling ideal tentu saja memanfaatkan gudang-gudang yang tersedia.

“Saat ini kami manfaatkan cold storage milik Pemprov Sumbar di Baso, Kabupaten Agam. Tetapi masih dalam proses perbaikan,” ujarnya.

Dia menuturkan gudang pendingin berkapasitas 40 ton itu digunakan untuk menyerap cabai merah dari petani untuk kemudian di pasarkan ketika pasokan dianggap menipis, sehingga harga tetap terkendali.

Adapun, produksi bawang merah Sumbar per Oktober tahun lalu mencapai 54.580,9 ton. Bahkan, pemerintah setempat menargetkan produksi bawang merah tahun ini mencapai 200.000 ton dengan penambahan luas lahan di sejumlah daerah.

 

Tag : solok, harga bawang merah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top