Membela Muslimah, Dua Lelaki Ditikam Hingga Tewas di AS

Dua pria ditikam hingga tewas di Portland, negara bagian Oregon, Amerika Serikat, ketika mereka mencoba menghentikan penyerang yang melecehkan dua wanita yang tampaknya muslimah.
Newswire | 27 Mei 2017 23:33 WIB
Seorang muslimah warga negara Amerika Serikat - Reuters/Ellen Wulfhorst

Kabar.com, PORTLAND - Dua pria ditikam hingga tewas di Portland, negara bagian Oregon, Amerika Serikat, pada Sabtu WIB (27/5/2017) ketika mereka mencoba menghentikan penyerang yang melecehkan dua wanita yang tampaknya muslimah.

Peristiwa itu terjadi di kereta pelaju beberapa jam sebelum memasuki Ramadan, ketika sekitar 1,6 miliar umat Islam di seluruh Bumi beribadah puasa.

Serangan itu terjadi ketika seorang pria mulai menghina suku dan agama dua wanita, yang tampaknya muslimah, di kereta MAX di Hollywood Transit Station, kata Departemen Kepolisian Portland dalam pernyataan.

Tiga orang, yang berusaha membela kedua wanita itu, ditikam. Dua di antara tiga orang pembela itu tewas di tempat. Penyerang itu ditangkap sesaat setelah turun dari kereta, kata kepolisian. Dia menambahkan, wanita itu meninggalkan tempat kejadian tersebut sebelum polisi mewawancarai mereka.

"Di tengah makian dan ocehannya, beberapa orang mendekat dan berusaha menghentikan perilakunya. Ternyata tersangka langsung menyerang orang itu," kata Juru Bicara Kepolisian Portland, Pete Simpson, dalam pertemuan, yang disiarkan media setempat. "Mereka diserang secara kejam oleh tersangka."

Dalam pernyataan menanggapi serangan itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam mengatakan insiden anti-muslim telah meningkat lebih dari 50 persen di Amerika Serikat dari 2015 hingga 2016, sebagian karena fokus Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap kelompok petempur Islam dan pernyataan anti-imigran.

"Presiden Trump harus berbicara secara pribadi menentang gelombang pasang islamofobia dan bentuk kefanatikan lain serta rasisme di negara kita. Dia telah memprovokasi melalui banyak pernyataannya, kebijakan dan pengangkatan isu yang bersifat negatif berdampak pada komunitas minoritas," kata Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad.

Pemerintah mengatakan meski sangat menentang gerilyawan muslim, tidak ada permusuhan dengan Islam.

Setelah serangan itu, polisi mengatakan salah satu korban tewas di tempat kejadian, sementara lainnya tewas di rumah sakit. Korban ketiga masih dirawat karena luka yang diderita, namun tidak mengancam jiwa.

Saksi mengatakan kepada polisi, kedua wanita muda itu kemungkinan adalah muslim. Seseorang di antaranya memakai jilbab. Jeremy Joseph Christian, 35 tahun, tersangka penyerang, ditangkap segera setelah meninggalkan kereta pelaju tersebut.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : islam, islamfobia
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top