BOM KAMPUNG MELAYU: Presiden Jokowi Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa duka cita kepada para korban bom Kampung Melayu.
| 25 Mei 2017 10:07 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmatyo, usai menerima tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/5). - Antara/Puspa Perwitasar

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa duka cita kepada para korban bom Kampung Melayu.

"Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada para korban dan keluarganya, baik yang masih di rumah sakit maupun yang meninggal terutama aparat kepolisian yang gugur dalam menjalankan tugas," kata Presiden di kediamannya di Solo, Kamis (25/5).

Jokowi pun sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mencari pelaku pengebomban tersebut.

"Saya sudah perintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku yang melakukan," ungkap Presiden.

Dia mengaku sudah mendapatkan laporan terkini mengenai pengeboman tersebut.

"Kita tahu korban yang ada ini sudah keterlaluan, korban-korban yang ada, tukang ojek jadi korban, supir angkot jadi korban, penjual lapak kelontong jadi korban, polisi jadi korban," tambah Presiden.

Ledakan bom terjadi di halte bus Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5). Ledakan itu terjadi dua kali dengan selisih waktu sekitar lima menit, yaitu pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB.

Pelaku meninggal di tempat. Serangan terjadi saat polisi sedang mengawal pawai obor jelang Ramadan.

Total korban tewas akibat bom di Kampung Melayu sebanyak 5 orang. Dua orang tewas di antaranya diduga sebagai pelaku, sedangkan 3 orang lainnya merupakan personel Polri.

Sedangkan 10 orang korban luka adalah 5 personel polisi dan 5 orang warga sipil

Tiga personil polisi yang meninggal adalah Ridho Setiawan, Bripda Taufan Tsunami dari Unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya, Imam Gilang Adinata.

Sedangkan korban luka adalah Bripda Feri (unit 1 peleton 4 PMJ) mengalami luka pada wajah, badan dan paha, Bripda Yogi (unit 1 peleton 4 PMj) mengalami luka di sekujur tubuh, Agung (17 tahun) berprofesi sebagai sopir swasta mengalami luka pada kaki, tangan dan badan. Korban lainnya seorang mahasiswi bernama Jihan (19 tahun) mengalami luka melepuh pada tangan kiri.

Presiden Joko Widodo menyeru warga tetap tenang setelah dua ledakan bom di Halte Bus Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, menewaskan lima orang termasuk pelaku dan menyebabkan sepuluh orang terluka pada Rabu malam (24/5).

"Saya menyerukan agar semua anak bangsa di seluruh pelosok tanah air tetap tenang dan tetap menjaga persatuan. Kita harus terus menjaga ketenangan," kata Presiden di kediamannya di Solo, Kamis.

Presiden juga berharap agar masyarakat dapat menjaga ketenangan jelang bulan Ramadan.

"Menjaga kesejukan karena hari-hari ini umat Muslim sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke bulan Ramadhan untuk menjalankan ibadah puasa," ungkap Presiden.

Tag : bom
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top